Berusia 231 Tahun, Padang Panjang Bangkit dan Berjaya



Gubernur bersama Wali Kota Fadly Amran dan pejabat lainnya foto bersama dengan penerima penghargaan dalam rangka HJK Padang Panjang

PADANG PANJANG-Peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang Panjang ke-231 pada 1 Desember 2021 dilakukan melalui paripurna DPRD di ruang rapat DPRD setempat, Rabu (1/12).

Ketua DPRD Mardiansyah ketika membuka rapat rapat paripurna istimewa menyampaikan, sesuai dengan Pasal 2 Perda Nomor 17 Tahun 2004, ditetapkan tanggal 1 Desember 1790 sebagai Hari Jadi Kota (HJK) Padang Panjang.

“Sebagai perwujudan rasa memiliki dan cinta kita kepada Padang Panjang, maka setiap tahun selalu memperingati HJK melalui Rapat Paripurna istimewa DPRD,” sebut Mardiansyah.

Disebutkannya, rapat paripurna ini merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat dan rahmat Allah SWT atas HJK ke-231. Usia yang semakin matang dan membuat Padangpanjang terus berkembang, bergerak maju dan sejajar dengan kabupaten/kota lain di Sumbar.


Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang Panjang

Peringatan HJK yang masih dalam kondisi pandemi Covid-19, kata Mardiansyah, HJK tahun ini digelar dengan sederhana, tanpa resepsi dan acara hiburan lainnya.

“Pelaksanaan sederhana ini merupakan salah satu upaya pencegahan penularan Covid-19. Namun pelaksanaan yang sederhana ini sama sekali tidak mengurangi makna dari peringatan HJK," katanya.





Ia berharap, seluruh elemen masyarakat selalu padu, seiring dan sejalan memajukan kota ini. Sehingga mampu mengharumkan nama Padang Panjang di tingkat regional, nasional, dan bahkan internasional.

Mardiansyah mengapresiasi Kapolres Padangpanjang, AKBP Novianto Taryono dan juga pemerintah kota melalui dinas terkait atas capaian vaksinasi di Kota Padangpanjang yang hari ini berada di angka 99,80 persen (untuk dosis pertama).  


Ketua DPRD serahkan bonus pada qori yang meraih juara di MTQ

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan, di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Padang Panjang memastikan perjalanan pemerintahan berjalan baik. Kolaborasi yang dibangun dalam memajukan potensi yang ada telah membawa Padangpanjang meraih berbagai capaian prestasi.

"Padang Panjang semakin megah, wali kota dan ketua DPRD-nya jadi panutan. Di tengah pandemi, Pemko memastikan perjalanan pemerintahan berjalan maksimal. Tantangan ke depan semakin berat, kita tidak tahu kapan pandemi akan berakhir," kata mantan Walikota Padang itu.

Mahyeldi mengapresiasi keberhasilan Padang Panjang dalam pelaksanaan penanganan pandemi dan vaksinasi Covid-19. Dimana, 99,8 persen masyarakatnya telah menjalani vaksinasi dan tertinggi di Sumatera Barat.

"Padang Panjang paling baik dalam pelaksanaan vaksin. Buah kerja keras, buah sinergisitas yang baik semua pihak. Itulah alasan kenapa banyak agenda besar dilaksanakan di Padang Panjang. Kota ini memiliki potensi besar dalam pengendalian Covid-19," pujinya. 

Mahyeldi yakin, pemerintah kota dan DPRD mampu memberikan yang terbaik serta memberikan dampak yang signifikan terhadap masyarakat.

"Capaian pembangunan, menjadi spirit optimisme untuk menjadikankan Padang Panjang lebih maju lagi dimasa mendatang. Sehingga memberikan kontribusi terbaik bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia, Sumatera Barat khususnya," tuturnya. 



Wali Kota menerima penghargaan dari gubernur


Ia berharap, berbagai capaian tersebut menjadi momentum yang penting dalam sejarah perjalanan Padang Oanjang serta tetap berpegang pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, kunci sukses penyelengaraan pemerintah daerah, di antaranya ciptakan program yang inovatif, dan libatkan partisipasi masyarakat di ranah maupun di rantau dalam penyelenggaraan pemerintahan.

"Jangan takut melakukan inovasi, karena inovasi dilindungi undang undang. Dengan inovasi ada percepatan, akan ada langkah yang lebih besar lagi dimasa depan. Perkembangan daerah tergantung inovasi pemerintah daerah dalam memaksimalkan potensi daerah," ulasnya. 

Mahyeldi menyarankan agar dihadirkan potensi keunggulan daerah, sehinga Padang Panjang menjadi kota tujuan. Lalu tingkatkan partisipasi masyarakat dalam penyelengaraan daerah. "Teruslah berkarya agar Padang Panjang jadi idola," tuturnya. 


Walikota Fadly Amran menyampaikan, sejumah indikator mulai menunjukkan perbaikan. Diantaranya, Indeks Reformasi Birokrasi Padangpanjang meningkat dari 50,49 pada tahun 2018 menjadi 52,82 pada tahun 2020, dan ditargetkan mencapai 54,02 di tahun 2021 ini.

Kemudian, SAKIP Kota Padangpanjang meningkat dari 58,69 dengan predikat CC di tahun 2020 menjadi 60,80 dengan predikat B dan ditargetkan mencapai 61,2 pada tahun 2021.

"Opini BPK terhadap laporan keuangan pemerintah daerah, Alhamdulillah dapat dipertahankan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama lima kali berturut-turut. Insyaa Allah akan tetap bertahan. Hal ini menunjukkan stablitas kinerja pengelolaan keuangan daerah yang baik dan memenuhi standar," sebutnya.

Di samping itu, Indeks Kepuasan Masyarakat juga mengalami peningkatan menjadi 80,62 pada 2020, pada 2021 ditargetkan menjadi 89,07.



"Banyak sekali pencapaian yang sudah diraih, baik tata kelola pemerintahan, pencapaian di bidang kemasyarakatan, dan program-program kita. Alhamdulillah, berkat kerja sama ketua dan anggota DPRD, Forkopimda, capaian vaksinasi kita menjadi yang tertinggi di Sumatera Barat," ujar Fadly.

Dikatakannya lagi, hal itulah yang membawa Padangpanjang dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan besar tingkat provinsi, di beberapa bulan terakhir. Seperti MTQ ke-39 yang dihadiri masyarakat yang tumpah ruah. 

"Target kami agar Padangpanjang menjadi kota tujuan," sebut Fadly seraya menyebutkan Padangpanjang jelang 1 Desember juga turut menjadi tuan rumah tingkat provinsi dan nasional seperti Andalas Santri's Camp, Art Fest, Fun Airsoft Gun Day, HUT PGRI Tingkat Sumbar.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, saat Sidang Paripurna Peringatan HJK Padangpanjang juga dilaksanakan pemberian Pin Emas terhadap Tokoh Masyarakat dan penyerahan beragam penghargaan yang diraih selama tahun 2021. (advertorial)




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama