Derita Banyak Penyakit, Ratiba Hura Butuh Perhatian Pemerintah


 Ratiba yang mengalami keterbatasan fisik dan ekonomi membutuhkan bantuan pemerintah dan dermawan. 


NIAS-Namanya Ratiba Hura. Usia 40 tahun dan tinggal di Desa Saiwahili-Hiliadulo, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias, Sumatera Utara. Dia mengidap banyak penyakit dan memerlukan bantuan pemerintah.

Warga ini sudah lama mengalami kelumpuhan. Derita tak sampai di situ, dia juga tuna netra. Hari-hari dilalui cuma di rumah saja. Dulu, dia pernah menerima bantuan dari pemerintah, namun sudah tahun bantuan itu tak pernah diterima lagi.

Keluarga berharap pemerintah berbuat sesuatu pada Ratiba Hura. Pihak keluarga, Ama Alfa Hura yang ditemui Selasa (28/12/2021) mengatakan, Ratiba Hura merupakan tantenya.

Dia menyebutkan, Ratiba Hura mengalami penyakit ayan sejak kecil dan semakin lama matanya menjadi kabur hingga mengalami kelumpuhan.

Disebutkan Ama Alfa Hura, Ratiba dan tinggal di rumah saudara. Ketika Ratiba Hura hendak bergerak, dia tak bisa menggunakan kaki, melainkan dengan kedua lutut dan tangan menyentuh lantai.

"Tante saya ini pernah menerima program disabilitas pada 2017 sampai 2019 dari Pemerintah Kabupaten Nias melalui Dinas Sosial. Namun, sampai sekarang tidak menerima lagi," kata Ama Alfa Hura.

Disebutkannya, saat itu bantuan berupa uang senilai Rp500.000 yang diterima per tiga bulan dan sudah dua tahun sampai sekarang tidak pernah menerimanya lagi.

Dikatakan Ama Alfa, tantenya setiap hari hanya bisa berbaring di tempat tidur dan bergerak dengan kedua lutut dan tangan menyetuh lantai serta jarang mendapat perawatan medis karena keterbatasan ekonomi.

Dia berharap kepada pemerintah untuk memberikan kursi roda pada tantenya itu. Dari lubuk hati yang paling dalam, dia ingin membeli sendiri kursi roda itu karena iba dengan tantenya, tapi lagi-lagi terbentur persoalan klasik. Dengan apa mau dibeli, uang tak ada untuk itu. 

Ratiba Hura menanti pemerintah untuk memberikan bantuan. Selain itu, keluarga berharap ada dermawan yang mau mengulurkan tangan. (YAMONI)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama