DPRD Disebut Bungkam, Ini Pembelaan Yosafati Waruwu


 Yosafati Waruwu 


NIAS-Anggota DPRD Kabupaten Nias, Sumatera Utara, Yosafati Waruwu menanggapi pemberitaan tentang kasus pemerkosaan yang menimpa YN, warga Desa Hilina'a Tafuo, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias yang lagi viral di media sosial.

Yosafati Waruwu menyesali pernyataan tokoh sebuah organisasi terkait Pemerintah Kabupaten Nias dan DPRD yang disebut bungkam dan apatis terhadap masalah yang menimpa warga.

"Saya menyesalkan pernyataan tersebut karena lembaga politik berurusan dengan kebijakan pemerintah daerah. Salah besar bila DPRD diarahkan jadi lembaga pengadilan," ungkap Yosafati Waruwu politisi dari NasDem itu, Jumat (3/12/2021).

Dia menyebutkan, DPRD bagian urusan kebijakan pemerintahan. Misalnya, mendesak pemerintah daerah untuk melakukan edukasi kepada masyarakat khususnya tentang pencegahan pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak serta edukasi tentang pencegahan kekerasan dalam rumah tangga serta pemberdayaan perempuan dan anak. "Tidak boleh ada tindakan yang kesannya mengintervensi antar lembaga," katanya. 

Yosafati menuturkan, dirinya telah mengikuti dan mengamati melalui pemberitaan telah ada penasihat hukum (PH) yang mendampingi tersangka.  "Kita dukung penasihat hukum untuk melakukan apa saja sesuai dengan kewenangannya demi kepentingan hukum tersangka," harapnya.

Diketahui, sebelumnya Polres Nias telah menggelar konferensi pers terkait dugaan tindak pidana melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Desa Hilina'a Tafuo, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias, Selasa (23/11/2021). 

Kapolres AKBP Wawan Iriawan dalam keterangan persnya yang disampaikan Kasat Reskrim Polres Nias AKP Iskandar Ginting, mengatakan kasus terlarang tersebut telah menetapkan satu tersangka. 

"Dari hasil penyelidikan yang dilakukan penyidik berupa pemeriksaan terhadap terduga pelaku dan sejumlah saksi lainnya maka ditemukan fakta terduga pelaku yang sebenarnya dalam perkara ini merupakan adik kandung korban," ungkapnya. 

Kemudian, lanjut Kasat, penyidik melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap korban YN (17) dan dari hasil interogasi yang dilakukan kepada korban menerangkan bahwa pelaku persetebuhan yang sebenarnya adalah adik kandungnya, SN (15). 

"Dari hasil penyelidikan yang dilakukan penyidik, korban menerangkan pelaku sebenarnya adalah adik kandungnya dimana pelaku telah melakukan persetubuhan dengannya sebanyak lima kali didalam kamarnya saat korban hendak tidur," jelasnya. 

Setelah dilalukan visum, tambah Kasat Reskrim yang baru menjabat dua hari di Mapolres Nias itu, ditemukan perut korban membesar dengan usia kehamilan 26 minggu.

"Saat dilakukan pemeriksaan oleh penyidik baik terhadap korban maupun terhadap pelaku tetap didampingi pemerhati anak dari PKPA Nias dan terhadap pelaku akan dipersangkakan ancaman hukuman pidana 20 tahun penjara," ucapnya.

Disebut bungkam

Pemerintah Kabupaten Nias dan DPRD diduga cuek dan apatis atas kondisi yang menimpa warganya sendiri. "Saya menduga, Bupati Nias dan para anggota DPRD terkesan diam atas kasus yang menimpa warganya sendiri," kata Ketua DPC Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) Kabupaten Nias, Agus Zega pada wartawan melalui konferensi pers, Kamis (2/12/2021).

Menurut Agus, bupati dan DPRD seyogyanya bersikap atas kasus ini, khususnya kepada korban yang merupakan pelajar SLTA pada salah satu sekolah swasta dan juga mengingat keluarga korban memiliki status ekonomi kurang mampu.

Seyogyanya, lanjut Agus, Pemerintah Kabupaten Nias turut mampu menginstruksikan jajarannya untuk berperan dalam mendampingi, memfasilitasi, mengadvokasi, setiap permasalahan yang dialami warganya sendiri.

Tidak hanya itu, DPRD sebagai lembaga representasi rakyat memiliki kemampuan secara finansial dan relasi untuk berperan membantu korban beserta keluarganya. 

"Sangat lucu ketika warganya sendiri tidak dipedulikan. Ini tentu menjadi sebuah catatan penting kepada seluruh masyarakat Kabupaten Nias. Bahwa jika kalian orang kurang mampu dan menjadi korban karena tertimpa masalah," katanya yang dikutip dari topsumut.co. (YAMONI)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama