Jalan Rusak Parak, Warga Solok Selatan Belanja ke Pulau Punjung


 Alat berat dikerahkan untuk perbaiki jalan rusak


SOLOK SELATAN-Jalan yang menghubungkan tiga nagari di Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan, rusak parah dan perlu perhatian serius oleh pemerintah pusat dan provinsi.

Jalan tersebut  merupakan urat nadi transportasi masyarakat ke pusat ibu kota Solok Selatan, Padang Aro.

Sudah bertahun-tahun semenjak berdirinya Solok Selatan, persisnya 7 Januari 2004 hingga saat ini jalan yang menghubungkan  tiga nagari itu, masing-masing Nagari Lubuk Ulang Aling, Ulang Aling Tengah dan Lubuk Ulang Aling Selatan. Jalan yang rusak parah itu belum pernah disentuh pembangunan.

Tokoh masyarakat di nagari tersebut, Bujang Antoni, Senin (27/12/2021) mengatakan, jalan tersebut benar-bena rusak. Bukan lagi sekadar rusak, tapi rusak parah. "Apalagi jika musim hujan, masyarakat di tiga nagari itu tidak bisa menuju ke pusat kabupaten. Harus menunggu jalan kering, baru bisa dilintasi. Agar jalan menjadi kering, butuh pula waktu beberapa hari," katanya.

Dia menyebutkan, masyarakat di tiga nagari itu harus mengurut dada melihat jalan yang rusak. Tak tahu kepada siapa harus diadukan.

"Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan, masyarakat jika ke pasar harus ke Pulau Punjung, Dharmasraya. Belum ada pasar di nagari kami," katanya.

Masyarakat sudah berupaya untuk memperbaiki jalan itu. Namun, tentu tak bisa bagus seutuhnya. Sebab, perbaikan jalan butuh dana besar. Sementara masyarakat melakukan perbaikan secara swadaya.

Mereka yang aktif melakukan perbaikan jalan, antara lain, Yulius, Abdul Hamid, Dono dan Joni Sardi selaku wali jorong di lubuk Ulang Aling. Namun, tenaga dan waktu mereka terbatas. Modal dan peralatan tentu terbatas pula.

"Kami sudah berupaya mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Solok Selatan hingga provinsi, namun belum ada realisasi dari permintaan masyarakat itu," kata Bujang Antoni.

Beberapa hari lalu, jalan tersebut susah sekali untuk dilewati. Makanya, dipinjam alat berat PT BRM melalui humas perusahaan, Angga. Alat berat itulah yang digunakan agar jalan bisa dilalui.

"Kami berharap kepeda pemerintah pusat dan pemerintah provinsi untuk membuatkan jalan beraspal guna untuk mempermudah transportasi masyarakat," kata Bujang Antoni. (eko)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama