Gerindra Dukung Penuh Relokasi Pedagang Pekan Lelo


 Budi Sumalim


SERDANG BEDAGAI- Kehadiran dua warga ke Pekan Lelo Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah Serdang Bedagai atas nama pribadi bukan nama Partai Gerindra. Partai besutan Prabowo Subianto itu mendukung penuh relokasi pedagang yang dilakukan pemerintah kabupaten.

"Kami selaku pengurus Partai Gerindra di Sergai tidak mengetahui kedatangan ada dua kader yang berusaha memperkeruh suasana," ucap Ketua DPC Partai Gerindr Budi Sumalim, kepada awak media, Selasa (12/1/2022).

Dua warga itu  merupakan anggota DPRD dari Gerindra. Mereka bertindak atas nama pribadi, namun bagi Ketua DPD Partai Gerindra, tindakan dua anggota dewan itu pasti akan dikaitkan dengan lembaga. Makanya, dengan tegas dia menyatakan, partai mendukung pemerintah.

 Partai Gerindra, lanjut Budi Sumalim yang juga Sekretaris Percepatan Pembangunan Pemkab Sergai, merupakan pengusung pasangan pemenang pilkada 2020. Artinya Partai Gerindra mendukung penuh program bupati, terutama relokasi pedagang Lelo ke pasar rakyat Sei Rampah. Ia pun sangat menyayangkan kehadiran Risky dan Romo dinilainya tidak memahami program penataan ibu kota.

"Pekan Lelo ini bukan masalah baru tapi masalah lama. Kebijakan Pemkab Sergai itu jelas dengan aturan, sesuai Perda Nomor 7/2018 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan. Pedagang Pekan Lelo tidak memiliki izin usaha pengelolaan asar tradisional," papar Budi Sumalim.

Menurut dia, langkah yang diambil Pemkab Sergai sangat baik. Sudah menyiapkan lahan relokasi yang lebih layak untuk pedagang maupun pembeli di pasar rakyat Sei Rampah. "Ayo dong berpikir positif, jangan kita benturkan pedagang dengan pemerintah," papar Budi Sumalim.

Kehadiran Risky dan Romo dinilai berpotensi memperkeruh suasana di Pekan Lelo. Pedagang dan pemerintah bisa berbenturan.  Hal itu dikatakan Ketua Front Komunitas Indonesia Satu (FK1-1) Kabuaten Sergai, M Nur Bawean pada wartawan.

M Nur mengatakan, kehadiran Risky aka kesan cari panggung. Terhitung sudah tiga kali ke lokasi Pekan Lelo dengan berbagai penjelasan hingga membuat pedagang percaya, tapi buktinya Pemkab Sergai tetap mengacu pada perda dan penataan kota hingga tetap melakukan penertiban.

"Ini bukan mencari panggung, kasian itu pedagang hanya mendapat iming-iming, toh juga dilakukan penertiban, alangkah baiknya dia mengajak pedagang relokasi ke pasar yang sudah disiapkan pemerintah. Kita menduga, dua warga itu penghambat penegakan perda dan penataan Kecamatan Sei Rampah sebagai ibu kota Sergai," tegas M Nur.

M. Nur meminta kepada Ketua DPRD Sergai, Risky Ramadhan untuk berhenti cari panggung di Pekan Lelo yang tidak mampu memberikan solusi kepada pedagang. 

"Relokasi ini sudah cukup lama, dan sudah berjalan prosesnya sebagian pedagang juga sudah pindah ke pasar rakyat. Jangan cari panggung sandiwara, Pemkab Sergai juga sudah bertindak baik untuk kesejahteraan masyarakat khusus pedagang dengan menyiapkan lahan lebih baik,"  tegas M Nur lagi. (affan)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama