Kasus Mafia Tanah di Lingga, Nama Baru Disebut-sebut


 Ilustrasi mafia tanah. (Reqnwes.com)


LINGGA-Perkembangan kasus dugaan mafia tanah di KabupatenLingga memasuki babak baru. Pelapor membeberkan beberapa keterangan mengejutkan dengan menyebut L alias MR sebagai nama baru yang terlibat.


Menurut dia, yang ditahan sekarang cuma tersangka S. Tersangka ini diduga terlibat kasus dugaan penerbitan surat keterangan penguasaan fisik atau sporradik tersebut.

Dalam keterangannya kepada awak media, dia menyebutkan, beberapa waktu lalu dia pernah diminta perwakilan  tersangka agar dapat menempuh jalan damai dengan membuat surat penarikan laporan di Polres Lingga terkait kasus tersebut.

"Keluarge mereke itukan kecewe, kenape hanye S saje yang masuk? Inikan tidak adil, maksud orang itu (keluarga S-red), kan punce awalnye itu dari L alias MR," ungkapnya melalui sambungan telepon, Jumat (14/1/2022).

Dikutip dari tribunbatam.id, mantan kepala desa (kades) berinisial S berurusan dengan Polres Lingga. Saat masih menjabat sebagai kepala desa di Kecamatan Singkep Barat, ia terbukti menerbitkan surat pernyataan fisik bidang tanah (sporadik) hingga ratusan hektare untuk selanjutnya dijual.

Padahal, lahan tersebut berada di kawasan hutan produksi terbatas (HPT). Kasus ini terungkap setelah seorang masyarakat curiga dengan surat yang diterbitkan oleh tersangka S yang tidak mempunyai dasar serta merugikan masyarakat.

"Penetapan tersangka diperkuat dengan sejumlah alat bukti termasuk keterangan ahli," ungkap Kasat Reskrim Polres Lingga AKP Adi Kuasa Tarigan melalui Kanit Pidum Satreskrim Polres Lingga Ipda Reynal Dimas, Sabtu (6/11/2021).

Reynal menambahkan, tersangka akhirnya mengakui perbuatan dengan membuat surat sporadik di atas HPT tanpa mengacu pada aturan, sehingga masyarakat merasa dirugikan akibat ulah mantan kepala desa, yang menerbitkan surat sporadik seluas ratusan hektare kini lahan telah dikuasai oleh perorangan.

“Tersangka mengetahui, lahan tersebut adalah termasuk dalam kawasan HPT terhadap seluruh lahan yang telah diterbitkan Surat Pernyataan Fisik Bidang Tanah (sporadik) telah berpindah tangan melalui proses jual beli. Tidak menutup kemungkinan akan dilakukan pengembangan,” tambahnya yang dikutip dari tribunbatam.id, Minggu 7 November 2021. (eka)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama