Merasa Diancam, Korban Berharap Polisi Bertindak


 Warga yang merasa diancam perlihatkan laporan polisi



NIAS-Seorang warga yang merasa diancam di kediamannya. Dia kini merasa kurang nyaman dan was-was dalam beraktivitas sehari-hari. Dia berharap polisi berindak cepat.


Warga yang merasa diancam itu tinggal di Desa Hilisebua, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, Sumatera Utara. Dia mendesak dan meminta Polsek Gido segera menyelesaikan kasus pengancaman dengan benda tajam. Dia telah melapor ke polisi dengan Nomor : LP /02/1/2022/ Ns-Gido tertanggal 15 Januari 2022.

Desakan tersebut disampaikan korban dugaan pengancaman, Benedicta Aldinat Lawolo (46) alias Ina Ponsa saat dijumpai wartawan di kediamannya, Selasa (18/1/2022).

"Saya bersama keluarga meminta agar pihak kepolisian secepatnya mengusut tuntas kasus ini karena kami telah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk menjalankan proses hukum seterang-terangnya," harapnya.

Peristiwa itu viral di media sosial. Dalam video itu, terlihat ada sejumlah pemuda memaki-maki serta mengacungkan senjata tajam pada 14 Januari 2022 sekira pukul 18.00 tepatnya di rumah korban.

Ina Ponsa menyebutkan, dalam laporannya, salah satu pihak terlapor berinisial ML yang merupakan salah seorang oknum aparat pemerintah desa. Oknum itu yang disebut korban melakukan pengancaman bersama rekan-rekan oknum itu.

"Kiranya penegak hukum segera mengambil tindakan untuk menangkap oknum-oknum pelaku pengancaman itu. Sebab, tindakan oknum itu merupakan pelanggaran hukum dan dapat dijerat pidana," jelasnya.

Kapolsek Gido, Iptu Hidayat saat dikonfirmasi mengatakan, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan dan nanti dilimpahkan ke Polres Nias. Dia menambahkan, phaknya telah meminta keterangan dari sejumlah saksi. 


Kronologis dugaan pengancaman

Jelang kejadian pada hari itu, ibu ini sedang mencuci pakaian di kamar mandi rumahnya. Sementara, suaminya sedang berada di luar mengikuti sebuah acara keluarga.

Tiba-tiba, datang sekelompok pemuda itu dari jalan bawah rumahnya yang berteriak-teriak dan memaki-maki. Ketika dia keluar dari kamar mandi, dia melihat sekelompok orang berada di halaman rumahnya.

Setelah itu, ada sekitar empat pemuda yang masuk ke rumah. Salah satu pemuda itu menanyakan kepada ibu ini, "Mana anakmu." 

Pemuda itu bertanya sambil mengarahkan tombak kepada ibu tersebut dan dia tidak menjawab. 

Ibu ini keluar dari rumahnya menuju teras tetangganya, sementara oknum pemuda itu terus lalu lalang di halaman rumahnya sambil memaki-maki dan mengacungkan benda tajam.  (YAMONI)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama