Minyak Goreng Makin Mahal, Kaum Ibu Makin Menjerit


 Aktivitas pedagang di pasar. (idx channel) 


PADANG-Minyak goreng makin mahal di Padang. Kaum ibu kian menjerit. Minyak goreng yang dulunya Rp13 ribu satu liter, kini sudah Rp20 ribu.

"Dalam hitungan hari saja minyak goreng naik, paniang awak kalau begini," kata Mis, ibu rumah tangga di Padang, Senin (3/1/2021).

Dia menambahkan, minyak goreng merupakan kebutuhan pokok. Minyak goreng tak mungkin dihindari dan tak mungkin pula dicari minyak goreng alternatif.

Mis berharap mencari solusi sehingga beban hidup rakyat bisa dikurangi. "Sekarang cari uang susah, janganlah kebutuhan pokok naik terus," katanya.

Perintah presiden

Presiden Joko Widodo perintahkan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengendalikan harga minyak goreng yang tinggi. Mahalnya minyak goreng saat ini karena harga minyak sawit mentah internasional yang tengah tinggi.

"Saya perintahkan Menteri Perdagangan untuk menjamin stabilitas harga minyak goreng di dalam negeri," ujar Jokowi dalam konferensi pers, dikutip dari detikcom.

Jokowi mengatakan kalau perlu Mendag melakukan lagi operasi pasar, agar minyak goreng di dalam negeri bisa murah.

"Skala prioritas utama pemerintah adalah kebutuhan rakyat. Harga minyak goreng harus tetap terjaga. Jika perlu Menteri Perdagangan bisa melakukan lagi operasi pasar agar harga tetap terkendali," ujarnya.

Selain minyak goreng, Jokowi juga menyinggung soal pasokan dari LNG atau liquefied natural gas. Ia meminta Pertamina maupun produsen swasta untuk mengutamakan kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu.

"Saya perintahkan Kementerian ESDM Kementerian BUMN untuk mencari solusi permanen dalam menyelesaikan masalah," ucapnya.

Jokowi mengatakan kewajiban perusahaan baik swasta hingga BUMN untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sudah diatur dalam UUD 1945 Pasal 33 Ayat 3. Di mana hal itu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.

"Bumi air dan kekayaan alam yang terkandung dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat," imbuhnya. (*)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama