Minyak Goreng Masih Mahal di Padang Panjang


 Wali kota pantau minyak goreng di supermarket


PADANG PANJANG-Belum semua toko di Padang Panjang memiliki stok minyak goreng Rp14 ribu per liter. Harga subsidi itu ditetapkan pemerintah pusat, sementara pengusaha juga kesulitan dapat minyak goreng bersubsidi itu.

Hasil pemantauan Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperdakop UKM) dan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Padang Panjang, harga minyak goreng curah/tanpa merek dan minyak goreng bermerek di pasar tradisional masih berada pada harga Rp19.500/liter dan Rp22.000/liter.

Bagian Perekonomian dan Sumberdaya Alam Setdako juga memantau harga minyak goreng bersubsidi ke lima minimarket/swalayan di Padang Panjang. “Di AB Mart sudah tersedia beberapa minyak goreng bermerek bersubsidi. 

Di antaranya satu minyak goreng premium merek Sania dan dua minyak goreng biasa (Mitra dan Sipp). Paris Swalayan, tersedia dua minyak goreng biasa bersubsidi, yaitu Salvaco dan Sipp. Sedangkan di Arena Mart, tersedia satu  minyak goreng premium bersubsidi yaitu Tropical. Sedangkan di Dilaraf Mart dan Azzura Mart yang disurvei, belum tersedia minyak goreng bersubsidi dari pemerintah, baik yang biasa maupun premium,” ungkap Kabag Perekonomian dan Sumberdaya Alam, Putra Dewangga kepada Kominfo, Jumat (28/1/2022).

Dijelaskan Putra, upaya untuk mengendalikan harga minyak goreng di pasar, Kementerian Perdagangan telah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 6 /2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyak Goreng Sawit.

“Permendag tersebut menetapkan, terhitung 1 Februari HET untuk minyak goreng sawit Rp11.500/liter untuk minyak goreng curah Rp13.500/liter untuk minyak goreng kemasan sederhana dan Rp14.000/liter untuk minyak goreng kemasan premium,” jelasnya.

Untuk distribusi minyak goreng bersubsidi di Sumatera Barat termasuk Padang Panjang, sebut Putra, masih relatif lambat. Ini dikarenakan penyaluran awal dilakukan melalui ritel modern yang tergabung ke Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia). Sedangkan pedagang Padang Panjang masih sedikit yang bergabung ke Aprindo.

Lalu, dari hasil koordinasi Tim Pengendalian Inflansi Daerah (TPID) Padang Panjang dengan TPID Sumbar, untuk penyaluran minyak goreng premium bersubsidi masih akan terus dilakukan rapat rapat intensif di tingkat provinsi dengan para distributor.

Dengan fenomena tersebut, sebutnya, Disperdakop UKM telah melakukan beberapa upaya. Di antaranya, mendorong pedagang ritel di Padang Panjang untuk bergabung ke Aprindo. Mendorong pedagang ritel untuk berhubungan langsung dengan distributor.

“Selain itu, Disperdakop UKM juga senantiasa melakukan koordinasi dengan OPD terkait di tingkat provinsi untuk percepatan penerapan Permendag Nomor 6/2022 tersebut,” sebutnya. (*)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama