Seleksi Pegawai BLUD Non PNS di RSUD dr. M. Thomsen Dinilai Bertentangan dengan Perbup Nias



Humas RSUD dr. M. Thomsen, Benhard Doloksaribu 

NIAS-Seleksi pegawai BLUD non PNS di RSUD dr. M. Thomsen Nias dinilai bertentangan dengan peraturan bupati. 


Ada satpam yang mengaku ujian dengan soal untuk tenaga medis. Peserta yang sebelumnya sudah tercatat sebagai pegawai non PNS tak perlu lagi ikut seleksi. Pihak rumah sakit mengakui seleksi kali ini ada perbedaan dan peserta yang tak lulus diajak untuk ikut seleksi lagi.

Sebanyak 411 pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) non PNS di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. M. Thomsen Nias tidak lulus seleksi. Mereka yang tidak lulus, menilai seleksi melenceng dari Peraturan Bupati Nias Nomor 39/2014.

Salah seorang mantan pegawai BLUD non PNS, Relizaro Zendrato keberatan terhadap hasil seleksi pengumuman yang diterbitkan Direktur UPTD RSUD dr. Thomsen Nias dengan Nomor : 445/9945/RS/2021 tentang Hasil Seleksi Pegawai BLUD Non PNS 2022 pada 31 Desember 2021.

"Ada 522 orang yang mengikuti seleksi ujian tertulis dan yang dinyatakan lulus 111 orang. Sedangkan, yang tidak lulus 411 orang. Dalam pengumuman, hasil ranking peserta tidak dijelaskan," ungkapnya kepada wartawan, Selasa (11/1/2022).

Dikatakannya, seleksi tertulis jelas sangat melenceng pada Peraturan Bupati Nias Nomor 39/2014, sebagaimana tertera di pasal 17 ayat 2. Dalam aturan itu disebutkan, pegawai BLUD tidak tetap dapat diangkat apabila kembali setelah berakhir masa kontraknya apabila mengajukan  permohonan tertulis kepada direktur, formasi tersedia, dan menunjukan prestasi kerja yang baik berdasarkan evaluasi kerja.

"Saya sudah enam tahun sebagai pegawai BLUD non PNS di RSUD dr. Thomsen Nias. Tapi anehnya pada tahun ini yang menjadi salah satu syarat seleksi perpanjangan kontrak pegawai BLUD harus mengikuti ujian tertulis," katanya. 

Dikatakan, Direktur dr.M. Thomsen Nias bagi pegawai non PNS yang 411 orang yang tidak lulus seleksi ujian tertulis mengintimidasi dengan memerintahkan agar membuat surat pernyataan masih mau menjadi tenaga kerja sukarela (TKS) dan tidak menuntut imbalan atau gaji.

"Kami minta kebijakan direktur ditinjau lagi dan disesuaikan dengan Perbup Nias Nomor 39/2014 tentang Tatacara Pengadaan, Pengangkatan dan Pemberhentian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau pegawai BLUD non PNS di RSUD dr. M. Thomsen Nias," katanya.

Peserta lainnya yang juga tak lulus seleksi, Oktoberman Harefa menilai ujian tertulis ini diduga syarat kepentingan karena soal yang dia dapatkan itu tidak menjurus kepada tupoksi pekerjaan sebagai satpam, tetapi mengarah pada pekerjaan medis.

"Sebenarnya, pegawai BLUD non PNS sebagai satpam untuk mendapatkan perpanjangan kontrak bukan dari hasil ujian seleksi tertulis tetapi berdasarkan hasil penilaian kerja, penilaian etika dan loyalitas kami selama satu tahun yang dikeluarkan dari ruang kerja," kata Oktoberman.

Di tempat terpisah, Direktur RSUD dr. M. Thomsen Nias melalui Humas Benhard Doloksaribu ketika ditemui, membenarkan terkait seleksi tahun ini memang ada sedikit perbedaan pelaksanaan dari tahun sebelumnya.

"Seleksi tertulis ini dilakukan sebenarnya untuk mengevaluasi secara keseluruhan tenaga BLUD Non PNS dan TKS. Artinya, kita mengevaluasi lewat ujian tertulis dalam koridor tentang rumah sakit," jelasnya.

Benhard mengakui, pada Peraturan Bupati Nias Nomor Nomor 39/2014 tidak ada dimuat ujian tertulis, tetapi ini kebijakan direktur untuk mengevaluasi dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan serta menilai secara keseluruhan (autentik).

Dari hasil pengumuman, baru 26 kuota yang lulus dan bagi yang tidak lulus, tidak langsung diputus kontrak, artinya dimungkinkan untuk mengikuti kembali seleksi ujian tertulis lagi diakhir Januari ini untuk memenuhi kuota.

"Kita berharap dan mengimbau agar peserta pegawai BLUD Non PNS yang tidak lulus tersebut dapat mengikuti ujian kembali nantinya," harapnya. (YAMONI)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama