Tim Unit IV Polres Nias Olah TKP Pengrusakan Tanaman di Desa Tuhembuasi


 Polisi olah TKP di lokasi perusakan tanaman


NIAS-Brigadir  Suasaro Waruwu memimpin personel tim Tipiter Unit IV Polres Nias melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kasus pengrusakan tanaman di Desa Tuhembuasi, Kecamatan Sogaeadu, Kabupaten Nias, Senin (31/01/2022).


Perkara itu berdasarkan laporan polisi dengan nomor: LP/368/XII/2021/NS tertanggal 8 Desember 2021 yang dilaporkan Fagolosi Lombu Alias Ama Ucok.

Olah TKP tersebut turut dihadiri kuasa hukum pelapor, Pemerintahan Desa Tuhembuasi yang diwakili Kepala Dusun I, Otomosi Lombu dan Kasi Pemerintahan, Pendi Kordias Lombu serta sejumlah tokoh masyarakat desa tersebut.

Pantauan di lokasi, polisi mengambil beberapa dukumentasi berupa gambar atau foto pada bekas pohon yang ditebang serta pohon pisang yang ditanam pihak terlapor.

Kanit Unit IV (Tipiter), Suasaro Waruwu usai melaksanakan olah TKP menjelaskan, kasus perusakan ini terus berlanjut dan akan mengembangkan untuk melakukan proses tahapan penyelidikan.

"Pengecekan dan olah TKP ini setelah kami melakukan serangkaian langkah atau upaya mengambil keterangan pihak terkait," ungkapnya.

Suasaro Waruwu menuturkan, setelah cek TKP, masih ada beberapa pihak lain yang akan dipanggil lagi untuk membuktikan apakah termasuk tindak perbuatan pidana atau tidak.

"Perkembangan selanjutnya nanti, secara resmi akan menyampaikan hasilnya kepada pihak pelapor melalui pihak penasihat hukumnya," kata dia.

Penasihat hukum pelapor, Yosafati Waruwu mengapresiasi dan merasa bangga kepada pihak Polres Nias telah turun melakukan olah TKP di lokasi.

"Setelah kita melihat di lokasi, ternyata ada beberapa pohon yang diduga ditebang atau dirusak oknum terlapor dan kita menunggu proses penyelidikan selanjutnya," katanya.

Penasihat hukum pelapor menambahkan, beberapa pohon yang diduga ditebang terlapor, antara lain berupa pohon simalambuo empat batang, pohon langsat satu batang, pohon kueni satu  batang dan pohon sagu 24 batang.

Pohon sagu yang besar empat batang dan 20 batang masih kecil serta ada beberapa pohon karet yang tumbang atau diduga dirusak pihak terlapor. Terlapor pula yang diduga menanam pisang di kebun milik pelapor. 

"Perbuatan itu bisa dijerat dengan KUHP pasal 406 ayat 1 tentang pengrusakan tanaman," katanya.  (YAMONI)




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama