BPD Desa Soewe Keberatan dengan SK Camat Gido


 SK camat yang dipertanyakan warga


NIAS-BPD Desa Soewe keberatan dengan SK yang dikeluarkan camat. Surat keputusan yang beredar itu mengesahkan penetapan susunan kelembagaan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Soewe, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, Sumatera Utara periode 2021-2027.

Surat keputusan yang beredar itu dinilai BPD ada kekeliruan. Kekeliruan itu, akibat terbitnya dua surat keputusan dari pihak pemerintah dan ditandangi oleh Camat Jellysman dengan Nomor :141/29/Tahun 2021 tertanggal 16 Desember 2021.

Salah seorang BPD Soewe, Yuniziduhu Waruwu menjelaskan, Minggu (2/1/2021), pihaknya telah melakukan pemilihan pengurus BPD periode 2021-2027, khususnya di Desa soewe sesuai Nomor Surat : 01/K/BPD-SW/Tahun 2021, tanggal 15 Desember dan telah disampaikan kepada pihak camat, PMD, Inspektur dan juga kepada kepala Desa Soewe.

"Hasilnya telah dikeluarkan surat keputusan Camat Gido dengan Nomor surat :141/29/tahun 2021 dengan hasil keputusan tersebut, menetapkan kepengurusan BPD dengan nomor surat : 01/K/BPD-SW/tahun 2021, tanggal 15 Desember 2021," ungkapnya.

Tapi anehnya, dengan adanya Surat Keputusan Camat Gido yang kedua dengan Nomor :141/29/Tahun 2021 dengan memutuskan dan menetapkan yang menjadi kepengurusan BPD Desa Soewe dengan nomor surat : 141/01/BPD-SW/12/2021, tanggal 15 Desember 2021.

"Kami memang merasa keberatan dengan hasil surat keputusan yang kedua itu dikarenakan tidak ada kepastian kepengurusan BPD Desa Soewe periode 2021-2027," katanya.

Dikatakannya, surat keputusan kedua itu yang dikeluarkan camat dalam pengesahan dan keputusan susunan kelembagaan Badan Permusyawatan Desa (BPD) Desa Soewe dengan nomor : 141/01/BPD-SW/12/2021, tanggal 15 Desember 2021 itu bukan hasil pemilihan yang sudah disepakati sebelumnya.

"Harapan kami agar permasalahan ini dapat diselesaikan sesuai dengan prosedur dan hukum yang berlaku," katanya.

Camat Gido, Jellysman ketika dikonfirmasi melalui WhatsAap dan telepon seluler belum memberi respon.

BPD Desa Soewe ingin mengetahui, apakah SK camat yang beredar luas itu benar atau ada pihak lain yang membuat. "SK itu perlu diklarifikasi, apakah benar, atau hoax. Tentu Pak Camat yang paling tahu," kata seorang warga menanggapi SK yang beredar itu. (YAMONI)





Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama