Bus Sekolah Berplat Merah Beroperasi, Supir Angkutan Umum Resah


 Para sopir angkutan umum audiensi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Nias


NIAS-Sejumlah sopir angkutan umum mendatangi kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Nias, Sumatera Utara untuk melakukan audiensi terkait peruntukan bus sekolah yang beroperasi, Senin (14/2/2022).


Kedatangan para supir itu dipimpin Sokhiwolo'o Waruwu selaku Ketua Komunitas Transit Orahua dan diterima Sekretaris Dinas Perhubungan di ruang pertemuan kantor setempat.

Sokhiwolo'o Waruwu menjelaskan, tujuan kedatangan mereka menyampaikan keluhan terhadap bus sekolah yang berplat merah itu diperuntukkan mengangkut anak sekolah, tetapi selama ini merajalela mengangkut penumpang umum. Bahkan mengambil carteran di acara pesta pernikahan sehingga supir angkutan umum dirugikan. 

"Supir bus sekolah itu digaji Dinas Perhubungan dan begitu juga operasionalnya. Tapi anehnya, diizinkan mereka mencari tambahan di luar," ujar Saokhiowolo'o.

Dikatakannya, selain itu armada terparkir di rumah supir bus masing-masing dan bebas berkeliaran mencari penumpang umum, baik malam dan siang hari.

"Akibat beroperasinya mobil bus sekolah itu membuat pendapatan kami berkurang hingga 45 persen. Kami dirugikan dalam persoalan ini," katanya.

Para supir angkutan umum meminta Dishub Kabupaten Nias membatasi penggunaan bus sekolah untuk kepentingan umum. Hal ini penting agar para sopir angkutan umum bisa mencari rezeki.

"Kami berharap bus sekolah itu dapat dikembalikan pada fungsinya, untuk mengangkut anak sekolah di Kabupaten Nias dan memberikan ketegasan untuk tidak mengangkut masyarakat umum," kata Saokhiowolo'o.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Nias, Fajar Harefa saat dimintai tanggapannya tidak bisa memberikan kepastian seperti apa tindakan selanjutnya karena baru menjabat sebagai sekretaris dinas. Apalagi kepala dinas sedang menjalani perawatan karena sakit.

"Saya memastikan permasalahan ini bisa terselesaikan dengan baik," katanya. 

Mantan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Nias, Yawaniman Lase membenarkan, sesuai dengan aturan bus sekolah itu tidak diperbolehkan membawa penumpang atau tidak boleh dijadikan sebagai alat transportasi umum.

"Bus itu hanya untuk mengangkut anak sekolah.  Kita dulu belum pernah memberikan petunjuk dan memerintahkan supir bus sekolah membawa penumpang umum," jelasnya. (YAMONI)




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama