Dugaan Kekerasan Tiga Tahun Berlalu, Ini Harapan Keluarga


 

Ilustrasi


NIAS-Seorang perempuan lanjut usia (lansia) berinisial BB (75), warga Desa Lolozasai, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, ditemukan di tengah rumpun bambu dengan keadaan meninggal dunia di Sungai Gido pada 8 Maret 2019, hingga kini kasusnya masih misteri.

 

Kasus itu membuat pihak keluarga korban menjadi penasaran karena hampir tiga tahun masih belum ada titik terang. Keluarga ingin tahu, ada apa sebenarnya dengan kematian korban. Dugaan pihak keluarga, besar kemungkinan korban meninggal akibat kekerasan. Hal ini disampaikan salah seorang keluarga korban kepada wartawan, Rabu (2/2/2022).

Keluarga korban OZ, menjelaskan kronologis kejadian. Saat itu, persisnya 6 Maret 2019,  tantenya pergi ke kebun yang berjarak sekitar dua kilometer dari rumahnya mengambil daun umbi untuk makan ternak. Namun, hingga menuju petang korban tidak kunjung pulang, sehingga keluarga korban melaporkan kepada Pemerintah Desa Lolozasai sampai ke polsek setempat.

Kepala Kepolisian Resor Nias, AKBP Wawan Iriawan melalui Paur Humas Aiptu Yadsen Hulu saat dikonfirmasi mengatakan kasus tersebut masih dalam penyelidikan.

"Personel polsek dengan personel Sat Reskrim tetap melakukan penyelidikan terhadap Kasus ini, kita berharap ke depan kasus ini dapat segera kita ungkap," katanya. 

Dijelaskan pihak keluarga, saat itu, dilakukan pencarian, tetapi korban tak ditemukan, walaupun jejak korban ditemukan. Selain itu ditemukan juga tongkat dan selendang korban di sekitar lokasi. Apalagi, batang ubi kayu serta rumput berpatahan dan diduga ada jejak korban diseret.

Besok harinya, pencarian korban kembali dilanjutkan hingga akhirnya sekitar pukul 16:00, korban ditemukan di dalam rumpun bambu di Sungai Gido dengan meninggal.

"Tim medis saat itu telah melakukan pemeriksaan dan pada tubuh korban mengalami memar di bagian telinga kanan, kening memar, di bawah ketiak sebelah kiri memar, dan dada sebelah kiri memar," tutur dia.

Menurut keluarga, kasus ini menyisakan duka mendalam. Keluarga menyebut, wajar jika kemudian kasus itu dipertanyakan lagi dan mengingatkan pihak terkait, tentang ada persoalan kemanusiaan yang belum terungkap. 

"Kami keluarga korban berharap kasus ini bisa dituntaskan karena sangat misteri dan menyisakan duka yang mendalam. Mudah-mudahan, penegak hukum bisa mengungkap," kata keluarga itu. (YAMONI)




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama