Mereka Menemukan Keteduhan di Tepian Jalan Rasuna Said Nomor 3


Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo dan Komisaris Utama Chandra Hamzah bersama jajaran direksi dan komisaris Bank BTN berfoto bersama  usai memotong tumpeng dalam perayaan HUT BTN ke-72 di Jakarta, Rabu (9/2).  (BUMNTRACK)


PADANG-Masri masih ingat nasihat orang tuanya tentang rumah. Nasihat bijak dari orang tua, kalau sudah berkeluarga, utamakan dulu memiliki rumah. Kalau kebutuhan yang lain bisa menyusul setelah memiliki tempat berteduh.


Orang tua Masri  menambahkan, usahakan punya rumah sendiri sebelum anak-anak besar. Kalau anak sudah besar, berarti mereka memerlukan banyak biaya untuk pendidikan dan kebutuhan lainnya. "Jangan harap bisa punya rumah kalau anak telah membutuhkan banyak biaya," kata Masri, menirukan ucapan orang tuanya.

Nasihat bijak itu diungkapkan orang tua sejak awal dia berumah tangga. Mulanya, ucapan itu dianggap biasa saja. Wajar jika orang tua menasihati anak. Belasan tahun kemudian, ternyata nasihat orang tua itu ada benarnya. Masri  sadar, untung dari dulu membeli rumah, walau harus menyicil ke bank.

Masri dan keluarga tinggal di Komplek Permata Indah, Rawang Ketaping, Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Padang. Masri   memiliki rumah lewat kredit melalui Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Padang. Di komplek itu, setidaknya bermukim 35 kepala keluarga yang sebagian besar menjadi nasabah Bank Tabungan Negara.

Masri  menceritakan awal memiliki rumah. Sekitar 2007, dia mendapat informasi tentang ada perumahan baru yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Masri bergegas mendatangi lokasi pembangunan rumah tersebut. Dia amati satu-persatu rumah yang tengah dibangun.

Merasa cocok, Masri mendatangi developer. Dia diberi tahu tentang banyak hal oleh pimpinan pengembang perumahan tersebut, Reza. Singkat kata, antara Masri dan Reza sepakat. Beberapa hari kemudian, Masri memberikan dana sebagai tanda jadi kepada Reza. 

Setelah proses di lapangan selesai, Masri kemudian berurusan dengan Bank BTN Cabang Padang. Masri menjatuhkan kepemilikan rumah lewat BTN karena memang bank tersebut sudah terkenal dalam urusan kepemilikan rumah sejak puluhan tahun silam. 

Suatu hari, Masri bersama istrinya datang ke Kantor BTN Cabang Padang yang terletak di Jalan Rasuna Said Nomor 3. Di bank itu sudah menanti Reza. Masri datang ke Bank BTN untuk tanda tangan akad kredit. Setelah penanda tanganan selesai, sah Masri memiliki tempat berteduh. "Lega rasanya punya rumah sendiri," kata Masri pada liputankini.com, Rabu (16/2/2022) di Padang.

Setelah akad kredit selesai, dia tinggal menunggu serah terima kunci dengan pengembang. Ada kebanggaan, ada kebahagiaan setelah punya rumah, walau itu baru sebatas akad kredit dan rumah sedang dibangun. Setelah memiliki rumah hidup rasanya baru paripurna.

Masri memuji layanan yang diberikan jajaran Bank BTN. Tak rumit dan tak bertele-tele. Bahkan, setahun pertama, dia cuma membayar Rp300 ribu sebulan. Dana sebanyak itu disebut sebagai beban bunga saja. Bank BTN memberikan kemudahan cicilan, karena sadar para nasabah sudah keluar banyak uang untuk membayar dana awal ke pengembang.

Rumah di Komplek Pertama Indah yang tenang.


Tetangga Masri, Ilfa juga menemukan keteduhan di tepian Jalan Rasuna Said Nomor 3 Padang. Dia juga warga Komplek Permata Indah, Rawang Ketaping, Kelurahan Pasar Ambacang. Dia menyebut, Bank BTN memberikan jalan untuk memiliki rumah impian. 

Menurut dia, dengan skema kredit dengan cicilan terjangkau yang diberikan Bank BTN mewujudkan impian banyak orang untuk memiliki rumah. Dia akad kredit pada 2007, lalu dua tahun kemudian terjadi gempa besar di Sumatera Barat yang dikenal dengan gempa 2009, mengakibatkan harga tanah naik tajam di daerah yang jauh dari pantai.

Daerah Rawang Ketaping itu merupakan zona hijau dari ancaman tsunami. Dulu harga tanah Rp450 ribu per meter, sejak gempa 2009, harganya mencapai jutaan rupiah per meter. "Terima kasih BTN. Kami memiliki rumah di saat yang tepat," katanya.

Dia terkesan dengan tagline BTN yang menyatakan Karena Hidup Gak Cuma Tentang Hari Ini. Memiliki rumah merupakan sesuatu yang tak bisa ditunda atau dinomorduakan. Dengan rumah sendiri, hidup jadi nyaman dan tenang.

Kisah tentang warga yang menemukan keteduhan lewat Bank BTN  tak ada habisnya. Masri dan Ilfa memiliki rumah jauh sebelum pandemi. Bank BTN memberikan nuansa berbeda pada warga yang memiliki rumah ketika pandemi Covid-19 melanda.

Harmon Sastri dan Edi Saputra memiliki rumah dengan situasi yang berbeda dari yang dialami Masri dan Ilfa. Betapa tidak, Harmon dan Edi Saputra baru setahun memiliki rumah, badai Corona datang melanda. Semua sektor usaha mengalami persoalan dan mesti menanggung beban berat. Namun, Bank BTN memberikan kemudahan kepada warga yang kesulitan membayar cicilan kredit rumah.

Lagi-lagi, keteduhan datang dari tepian Jalan Rasuna Said Nomor 3 Padang. Berkat kepemilikan rumah melalu Bank BTN, Harmon tak lagi tinggal di rumah mertua.


Rumah di Komplek Abi Singgalang


Sementara Edi Saputra tak lagi tinggal di rumah kakak. Dua keluarga itu memiliki rumah sendiri pada sebuah komplek Abi Singgalang yang terletak di batas kota Padang dengan Padang Pariaman. Impian mereka untuk memiliki rumah sendiri diwujudkan Bank BTN.

Harmon dan Edi sempat khawatir tak bisa lagi menempati rumah tersebut ketika wabah Corona makin mewabah. Mereka merasa beruntung, sebab Bank BTN memberikan relaksasi kredit. Mereka tetap dapat tinggal di rumah masing-masing, walau sementara waktu tak ada kewajiban untuk membayar cicilan. "Terima kasih Bank BTN," ujar Harmon.

Melegendanya halte BTN, KPR Pasti BTN

Pengguna angkutan umum di Padang, entah itu ketika masih ada bis kota, maupun era Trans Padang sekarang, pasti akrab dengan halte BTN. Sebuah halte yang berjarak kurang lebih 30 meter dari kantor BTN Cabang Padang. Halte itu menjelang perempatan lampu merah.

Ketika masih ada bis kota, kondektur sejak dari jembatan Bandar Bekali sudah meriakkan, "Halte BTN siap-siap." Sementara bagi pengguna angkutan kota akan menyebut pada sopir, "Beko di halte BTN ciek da." (Nanti saya turun di halte BTN ya Pak).

Halte itu tak dibuat BTN. Di halte itu tak ada tulisan Bank BTN atau tagline yang menyangkut dengan Bank BTN. Tapi, masyarakat sejak puluhan tahun lalu mengasosiasikan halte itu dengan BTN. Melegendanya halte itu seiring saking akrabnya dengan Bank BTN. Bila menyebut BTN, pemikiran pasti terarah pada kepemilikan rumah.

Masri, Ilfa, Harmon dan Edi Saputra mengakui, dulu ketika hendak membeli rumah, pengembang tak ada merekomendasikan bank tertentu untuk pengajuan KPR. Konsumen dipersilahkan memilih bank yang dipercaya. "Saya langsung menjatuhkan pilihan ke BTN," ujar Masri.

Menurut dia, bila membicarakan tentang kredit kepemilikan rumah, pemikiran langsung terarah ke Bank BTN. "Bank itu telah puluhan tahun menjadi pilihan masyarakat," tambahnya.

Bank Tabungan Negara yang memiliki kode emiten BBTN, memiliki sejarah panjang dalam pembiayaan perumahan di Indonesia. Jutaan  keluarga mendapatkan tempat berteduh setelah menikmati kredit pemilikan rumah yang disediakan BTN. Bank itu tercatat 72 tahun sudah melayani pembiayaan perumahan, sekaligus sebagai lokomotif ekonomi nasional.

Sektor perumahan mampu mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional (PEN).  “Sektor perumahan perlu terus melakukan terobosan dan instrumen baru karena sektor ini punya multiplier effect ke-170 industri lainnya," kata Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara yang dikutip liputan6.com.

Menurut dia, sektor perumahan menjadi penting karena memiliki dampak berganda cukup tinggi. Apalagi sektor ini juga bisa menarik sektor lainnya. Mulai dari sektor konstruksi, tenaga kerja, semen, dan bahkan pertambangan.

Kini, Bank BTN 72 tahun sudah melayani keluarga Indonesia. Bank BTN memberikan keteduhan kapada banyak keluarga. Dengan rumah yang layak, keluarga Indonesia bisa merenda hari esok menjadi lebih baik.

Bank BTN makin dipercaya masyarakat dalam kepemilikan rumah Direktur Utama BTN,  Haru Koesmahargyo mengatakan, perseroan telah tancap gas sejak awal tahun dalam menyalurkan KPR. "Dengan tidak adanya pematokan kuota KPR subsidi, kami sudah early start di awal tahun. Ini jadi salah satu modal kami untuk mengejar pertumbuhan tahun ini," katanya, Selasa (10/2/2022) yang dikutip dari kontan.co.id

Penyerapan KPR subsidi di BTN sepanjang Januari 2022 sudah tinggi. Pangsa pasar BTN di bulan pertama tersebut mencapai 82 persen. Sebelumnya, perseroan belum pernah mencatat pangsa pasar sebesar itu di awal tahun. 

Bank BTN juga akan menyasar kelas menengah yang memiliki penghasilan di atas masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan harga rumah di atas Rp200 juta sampai Rp500 jutaan dengan potensi pembiayaan KPR cukup besar di 2022.


Mimpi Besar Pemerintah

Pemerintah memiliki mimpi besar dalam terwujudnya rumah yang layak bagi masyarakat. Dalam tahun ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melanjutkan program hunian layak untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pemerintah telah mengalokasikan anggaran Rp5,1 triliun di 2022.

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan, Anggaran Rp 5,1 triliun di 2022 dikhususkan untuk pembangunan 1.823 unit rumah khusus, membangun 5.141 unit rumah susun, dan penanganan 87.500 unit rumah tidak layak huni (RTLH) milik MBR.

Selain itu juga menyediakan Prasarana Sarana dan Utilitas (PSU) untuk melayani 20.500 unit rumah milik MBR. "Berdasarkan RPJMN 2020-2024, Pemerintah bersama stakeholders bidang perumahan bekerja keras memastikan 70 persen rumah tangga di Indonesia menghuni rumah layak melalui penyediaan sekitar 11 juta unit rumah," kata Iwan di Jakarta, Rabu (12/1/2022) yang dikutip dari liputan6.com.

Untuk memastikan hal tersebut, Iwan mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah, pengembang perumahan, perbankan, dan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan hunian layak untuk masyarakat.

Iwan menerangkan, Kementerian PUPR akan tetap memperhatikan kualitas dan estetika bangunan perumahan yang dibangun oleh Direktorat Jenderal Perumahan.

Hal itu diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program sejuta rumah, sehingga masyarakat benar-benar mendapatkan bantuan perumahan yang berkualitas dan layak huni serta nyaman untuk ditempati.

Ayo punya rumah, Bank BTN bisa memberi solusi dan mewujudkan mimpi.  (edwardi)





Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama