Pertamina Produksi 113,5 Ribu Barrel SF-05


 Aktivitas di Kilang Pertamina Internasional (KPI) Balikpapan


BALIKPAPAN-Produk lumpur pendukung pengeboran produksi Pertamina melalui PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan kian dipercaya. Sepanjang 2021, KPI Unit Balikpapan memproduksi Smooth Fluid 05 (SF-05) 113,5 ribu barrel. Produk ini dipakai  Pertamina EP, Pertamina Hulu Sanga-Sanga, Pertamina Hulu Mahakam dan Pertamina Hulu Kalimantan Timur.


"SF-05 merupakan salah satu produk Non BBM yang dihasilkan RU Balikpapan. Produk ini juga hanya di produksi di RU Balikpapan. Pada 2021, produksi SF-05 berhasil dicapai di atas target produksi t2021," kata Area Manager Communication, Relations and  CSR KPI Unit Balikpapan, Ely Chandra Peranginangin, Sabtu (19/2/2022).

Pencapaian produksi ini menurut Chandra juga merupakan salah satu bukti bahwa produk unggulan KPI Unit Balikpapan ini semakin terpercaya sebagai salah satu material pendukung utama proses kegiatan hulu migas khususnya di kegiatan pengeboran.

Sebagai informasi, SF-05 merupakan cairan fluida yang digunakan dalam kegiatan pengeboran dari fraksi minyak. SF-05 digunakan sebagai komponen dari oil base mud (lumpur pengeboran). 

Cairan ini memiliki karakteristik khusus antara lain non-korosif dan kompatibel dengan peralatan pengeboran, mempunyai kestabilan yang baik dan tidak mudah teroksidasi dalam berbagai kondisi operasi, mempunyai keamanan yang baik pada peralatan kerja, mempunyai keamanan yang baik di area lumpur, serta mempunyai kestabilan yang baik untuk penyimpanan jangka panjang.

"SF-05 diproduksi di RU Balikpapan sejak 2007. Keunggulan lain adalah ramah lingkungan karena memiliki kandungan aromatik rendah, aman digunakan, menghemat pemakaian aditif lainnya, kompatibel dengan berbagai kondisi pengeboran, harga kompetitif dan jaminan suplai yang baik," jelas Chandra.

Selain terbukti andal dalam mendukung proses pengeboran, pemakaian produk SF-05 sebagai produk lokal tentunya dapat meningkatkan pemakaian produk dalam negeri terutama dalam industri migas. (WTL)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama