Rakor dengan Gubernur, Ini yang Disampaikan Pemkab Asahan


 Jajaran pemkab dan Forkopimda Asahan rakor dengan gubernur


ASAHAN-Pemerintah Kabupaten Asahan mengikuti rapat koordinasi penanggulangan Covid-19 secara virtual dengan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. 


Rapat tersebut diikuti Kapolres Asahan, Dandim 0208/AS, Asisten Ekonomi Pembangunan, Tim Satgas Covid-19 serta OPD terkait. Rakor virtual tersebut di aula mawar kantor bupati, Senin (14/2/2022).

Rakor dipimpin Gubernur Edy Rahmayadi didampingi Kapolda Irjen. RZ. Panca Putra Simanjuntak, Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Hasanuddin dan lainnya.

Gubernur Edy Rahmayadi berpesan agar masyarakat dan pemerintah daerah memberikan dukungan upaya 3T, yakni pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracking) dan perawatan (treatment) serta melakukan isolasi terpusat. Gubernur mengimbau agar TNI-Polri mendampingi dan mendukung kegiatan tersebut.

Edy juga menyampaikan beberapa penekanan antara lain, untuk menekan angka penyebaran Varian Omicron, maka akan diberlakukan PPKM. Edy mengimbau agar tetap melaksanakan prokes disiplin 3M.

”Aktifkan kembali Satgas Covid-19 hingga ke desa-desa. Seluruh satgas di setiap daerah harus benar-benar melakukan tugasnya, mengawasi dan mencegah terjadinya penyebaran Covid-19," katanya. 

Setelah mendengar seluruh rangkaian rakor secara virtual tersebut, Dandim 0208/AS Letkol Inf. Franki Susanto juga menyampaikan, dalam menghadapi pandemi diperlukan kerjasama antara seluruh aspek.

Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira juga menyampaikan agar setiap unsur pemerintah segera melakukan langkah nyata, seperti menggunakan stiker Ayo Pakai Masker dan Ayo Vaksin yang ditempel di seluruh mobil dinas. Asahan masih berada pada level 1, agar segera mengambil langkah antisipasi, apabila ada satu terkonfirmasi segera melakukan 3 T seperti tracing pada 25 orang secara acak.

“Kita juga perlu mengejar target vaksinasi dosis dua sebesar 70 persen dengan melaksanakan vaksinasi door to door, melaksanakan vaksinasi massal termasuk lansia. Di sisi lain, kita juga perlu lebih meningkatkan operasi yustisi, tiga kali sehari, pagi, siang dan malam," tegasnya.

Bupati diwakili  Asisten Ekonomi Pembangunan Muhilli Lubis menyampaikan, agar operasi yustisi lebih ditingkatkan di tempat-tempat yang rawan kerumunan masyarakat di Asahan dan sebaiknya dilakukan tiga kali sehari, pagi, siang dan malam. Operasi itu untuk memperketat dan mengawasi pola penyebaran virus Covid-19. (YG)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama