Rudi, Sang Pembuat Kapal dari Naras


 Kapal yang dibuat Rudi. (Media Centre Kota Pariaman)


PARIAMAN-Namanya Rudi. Dia warga Naras I, Kecamatan Pariaman Utara, Pariaman. Pria yang satu ini sudah puluhan tahun membuat kapal. Berkat keahliannya, sudah terhitung kapal yang ia kerjakan.


Rudi baru-baru ini didatangi Sekretaris Daerah Kota Pariaman, Yota Balad. Sekda menemuinya di sela gotong royong pembangunan jalan baru di Desa Naras I, Kamis (10/2/2022).

"Selama ini, kita mendengar hanya di Pesisir Selatan saja yang bisa membuat Kapal, Ternyata ada warga kita yang juga bisa membuat kapal, dan ini telah ada sejak puluhan tahun lalu dan hasilnya sangat bagus," ujarnya.

Yota Balad berharap usaha ini dipertahankan, walaupun di tengah pandemi Covid-19 yang melanda sejak tiga tahun belakangan.

"Kami paham dengan keadaan yang menyebabkan ekonomi kita melambat akibat pandemi ini, tetapi kita harus optimis, ujian ini dapat segera berakhir, dan kita dapat hidup normal dan ekonomi pun akan pulih kembali," tutupnya yang dikutip dari laman pemerintah kota.

Rudi menyebutkan, dia meneruskan usaha orang tua dan berkecimpung dengan perkapalan ini selama lebih kurang 35 tahunan. "Sejak kecil, saya diajarkan membuat kapal oleh orang tua saya, dari pemilihan kayu yang kuat dan bagus, sampai membuat kapal dengan berbagai ukuran yang bisa awet dan tahan lama," ucapnya.

Rudi menjelaskan, satu kapal jaring ukuran lima meter, dapat ia jual seharga Rp12 juta. Kalau Kapal pancing panjang delapan meter, dijual dengan harga Rp13,5 juta. Harga itu belum termasuk cat. Khusus untuk kapal payang panjang 10 meter, dijual Rp30 juta lengkap, sudah dicat yang mempunyai kualitas cat yang bagus dan tahan lama.

"Dalam setahun, saya bisa membuat tiga kapal pesanan dari nelayan, baik Pariaman maupun Padang Pariaman, tetapi sejak pandemi permintaan pembuatan kapal jauh berkurang, terkadang hanya satu buah Kapal, bahkan tidak ada pesanan, hanya renovasi kapal," ungkapnya.

Untuk renovasi kapal, bisa ia kerjakan selama 3 sampai 5 hari, tergantung jenis kapalnya, mulai dari harga Rp500 ribu sampai Rp1,5 juta, tergantung jenis kapal dan kerusakannya.

"Lantaran pesanan kapal sedang sepi, untuk kehidupan sehari-hari, saya malam berjualan minuman teh talua," katanya. (*)







Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama