Sampah Bisa Diolah Jadi Rupiah


Sampah setelah dipilih dan dipilah menjadi barang berharga


PASAMAN-Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy didampingi Wakil Bupati Pasaman, Sabar AS kunjungi Bank Sampah Alai Indah, bank sekaligus pengolahan sampah sederhana hasil swadaya masyarakat Tanjung Alai, Nagari Pauh, Lubuk Sikaping, Pasaman, Selasa (15/2/2022).


Sampah bila dipilih dan dipilah bisa menjadi rupiah. Lewat ketekunan dan kreativitas, sampah tertentu dapat menjadi barang yang bernilai tinggi. Sampah bisa menghasilkan kerajinan yang bisa dipasarkan. Apalagi jika mampu menghasilkan produk yang bernilai seni.

Bank Sampah Alai Indah ini merupakan salah satu hasil binaan Dinas Lingkungan Hidup yang tidak hanya melakukan pengolahan sampah, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial. Mulai dari memproduksi pupuk organik cair, eco enzim, serta pengumpulan dan penyaluran kembali pakaian bekas layak pakai bagi siswa sekolah kurang mampu dilakukan disini.

Wakil Gubernur Audy Joinaldy mengatakan, bank sampah merupakan salah satu jawaban bagi permasalahan sampah dan lingkungan yang pada umumnya serupa di seluruh Indonesia. Persoalan sampah di antaranya kapasitas tempat pemrosesan akhir (TPA) yang hampir penuh, serta pembuangan sampah yang dicampur aduk.

"Permasalahan sampah pada umumnya serupa, TPA regional hampir penuh dan sampah yang dicampur aduk. Oleh karena itu, bank sampah adalah solusi, karena mampu memilah, serta memproduksi hasil olahan yang bisa digunakan kembali, seperti magot untuk pakan ternak, maupun pupuk cair organik," ujar wagub.

Guna lebih meningkatkan produktivitas turunan dari bank-bank sampah, Audy menjelaskan, bank sampah juga dapat membentuk kelompok dan mengajukan permohonan bantuan pada pemprov.

"Asal prosedurnya sesuai aturan, pemerintah pasti berusaha membantu, meski tentu disesuaikan juga dengan kemampuan yang kita miliki saat ini," katanya.

Pengelola Bank Sampah Alai Indah, Bu Mun, menyampaikan terimakasih atas perhatian pemerintah daerah terhadap pengelolaan sampah dan lingkungan. 

"Kami berterimakasih atas perhatian dan kunjungan pemerintah terhadap pengelolaan sampah. Kami memang memiliki beberapa kebutuhan yang cukup mendesak seperti, becak motor untuk angkut sampah dan renovasi rumah produksi sampah. Sesuai arahan Pak Wagub, kami akan sampaikan proposal, mudah-mudahan dapat memperoleh bantuan dari pemerintah," ujarnya. (DINAS KOMINFOTIK SUMBAR)


 



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama