Truk Ekspedisi Bongkar Barang di Daerah Terlarang Parkir


 Sebuah armada ekspedisi bongkar barang di kawasan dilarang parkir.


GUNUNGSITOLI-Pemandangan tak lazim sering ada di Kota Gunungsitoli. Truk ekspedisi dengan tenang parkir dan bongkar barang di zona terlarang parkir. Truk bongkar barang di jalan yang ada marka jalan yang menandakan dilarang parkir. Ada rambu dengan huruf P yang dilingkar dengan garis merah.

Di Kota Gunungsitoli ada Peraturan Walikota Nomor 16/2017 tentang Pengaturan, Pengawasan dan Pengendalian Bongkar Muat Barang. Dalam aturan itu, dilarang bongkar muat barang di lokasi terlarang parkir.

Namun, tiap hari selalu ada saja armada ekspedisi yang bongkar muat barang di kawasan terlarang. Aktivitas itu lancar-lancar saja. Dugaan warga, mungkin peraturan yang dikeluarkan wali kota itu sudah tak berlaku lagi. Bisa jadi pula, ada kesalahan dalam pemasangan rambu jalan. 

Maksudnya, sebetulnya tak ada niat melarang parkir, namun lantaran ada rambu jalan yang nganggur, maka dipasang saja daripada mubazir. Faktor lain, tidak ada pengawasan  ke lapangan, sehingga tindakan warga yang melanggar aturan tak terpantau.

"Entah faktor mana yang benar, saya tak tahu," ujar seorang warga.

Bisa jadi pula, aturan wali kota sudah tak berlaku, namun lupa mencabut rambu jalan yang terpasang. Cuma saja, kalau memang aturan sudah dicabut, sebaiknya diumumkan ke masyarakat, sehingga pihak-pihak yang berkepentingan di lapangan tak menduga-duga. 

Bisa jadi pula, pelarangan parkir khusus yang dekat rambu itu saja, sehingga tak mencakup jarak sekian meter setelah rambu jalan. Kalau aturan ini yang berlaku, maka truk ekspedisi yang terekam kamera pada Kamis (17/2/2021) sedang membongkar barang, berada di posisi yang benar, sebab truk jauh dari rambu jalan yang melarang parkir.

Ketua DPD LSM Nawacita Kepulauan Nias, Sarofati Lase menyayangkan Dinas Perhubungan Kota Gunungsitoli yang terkesan kurang pengawasan. "Saya melihat kinerja Dinas Perhubungan kurang maksimal. Bongkar muat yang diduga sembarangan saja membuat penguna jalan terganggu dan kerap menimbulkan kemacetan," katanya.

Sarofati Lase menyayangkan semrawutnya dan tumpang tindihnya aturan atas keberadaan armada ekspedisi yang entah sengaja atau tidak, mudah saja melanggar aturan.

"Kita berharap dinas terkait memberikan tindakan tegas terhadap para pelanggar lalu lintas, di antaranya armada angkutan ekspedisi yang melakukan bongkar muat di tepi jalan dan parkir sembarangan," kata Sarofati. (YAMONI)

 



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama