Vaksinasi Anak, Ini Suara Hati Orang Tua di Kota Solok


 Para orang tua di Kota Solok menyampaikan aspirasi


SOLOK-Sejumlah orang tua murid menyuarakan suara hati soal kewajiban anak ikut vaksin. Mereka menyampaikan surat terbuka sebagai bentuk pernyataan sikap dan masukan publik pada DPRD dan Pemko Solok.


Mereka menyuarakan aspirasi di Taman Kota Syeh Kukud, baru-baru ini. Para wali murid dan orang tua siswa yang terhimpun dalam  Forum Peduli Tunas Muda Bangsa Kota Solok, mengaku khawatir atas kebijakan pemerintah kota yang dinilai dapat menghilangkan kesetaraan hak bagi anak dalam mendapat pendidikan secara baik dan berkualitas. Kalangan orang tua menilai, vaksinasi bagi anak tidak ada urgensi dan pemaksaan, kecuali vaksin bagi tenaga pendidik dan guru.

Salah satu perwakilan orang tua, Donny Firdianto  akan menyampaikan nota publik atau surat terbuka dari para wali murid yang menolak ananya untuk divaksin. 

Menurut dia, hal ini sekaligus sebagai telaah kritis bagi pemerintah agar mendahulukan hak dan kesetaraan bagi anak, sehingga kebijakan yang diambil tidak menimbulkan kesenjangan bagi para siswa dan anak didik, seperti pemberlakuan belajar tatap muka yang hanya dilaksanakan bagi siswa yang telah divaksin, sementara yang tidak divaksin harus belajar online atau daring.

"Kekhawatiran kita tentu sangat beralasan mengingat anak usia 6-11 tahun ini adalah generasi unggul yang akan menjadi pilar utama kemajuan bangsa menuju Indonesia emas 2045 mendatang," ujar Doni. (SIS)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama