Aksi Damai di Polres Nias, Wartawan Sampaikan Pernyataan Sikap

 Wartawan foto bersama dengan jajaran Polres Nias setelah aksi damai


GUNUNGSITOLI-Sejumlah jurnalis yang tergabung dari Komunitas Wartawan Anti Kiriminalisasi Kepulauan Nias (KWAK Kepnis) melakukan aksi damai di Polres Nias. Senin (28/3/2022).


Massa bergerak mulai dari Lapangan Merdeka Kota Gunungsitoli menuju mapolres dengan menaiki sepeda motor sambil berorasi menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan maupun intimidasi terhadap jurnalis.

Pimpinan aksi, Rahmat Juang Gulo  dalam orasinya mengatakan, aksi damai ini terkait penganiayaan terhadap wartawan yang terjadi pada 12 Maret 2022. Jurnalis yang jadi korban penganiayaan, Jurdil Laoli dari Mitra Poldasu. Dia mengalami tindak kekerasan  saat meliput di pelabuhan Angin Gunungsitoli.

"Kami datang menyuarakan dan mendukung penuh Polres Nias menangkap oknum yang melakukan penganiayaan terhadap wartawan. Wartawan dilindungi undang-undang dalam bertugas, "jelasnya. 

Rahmad Juang berterimakasih kepada Kapolres Nias karena aksi diterima dan direspon dengan baik.

Dalam aksi itu, wartawan sampaikan dua pernyataan sikap. Pertama, Kami dari Komunitas Wartawan Anti Kriminalisasi Kepulauan Nias (KWAK-Kepnis) mengapresiasi setingginya upaya dalam proses penyelidikan terkait kekerasan terhadap wartawan di kota Gunungsitoli.

Kedua, Kami dari Komunitas Wartawan Anti Kriminalisasi Kepulauan Nias (KWAK-Kepnis) meminta agar menindak tegas diduga pelaku kekerasan terhadap wartawan sesuai dengan Undang-undang yang berlaku di NKRI.

"Pernyataan sikap dan seruan itu sebagai bentuk perhatian dan dukungan moral bagi Polres Nias untuk terus berupaya dalam menindak dugaan pelaku kekerasan terhadap wartawan," kata Rahmat.

Dalam aksinya, massa membawa spanduk yang berisikan logo setiap media serta bertulisan Aksi Solidaritas, Stop kekerasan terhadap Pers

Wakil Kepala Polres Nias, Kompol Eniali Hulu mengatakan, tuntutan massa diterima serta pernyataan sikap diterima Kepala Satuan Reskrim Polres Nias.

"Kepolisian sebagai pelindung, pengayom dan penegak hukum akan segera memproses dan menindaklanjuti aspirasi rekan-rekan wartawan. Ada tiga laporan pengaduan yang sudah kita terima dan masing masing-masing masih tahap proses penyelidikan," ungkapnya.

Wakapolres Nias berharap kepada wartawan, apabila diundang memberi keterangan rangkaian penyelidikan kiranya secepatnya datang guna memperlancar proses penyelidikan.

"Bila sudah selesai penyelidikan, kita akan laksanakan gelar perkara. Apakah memenuhi unsur ke tahap penyidikan atau tidak, itu semua tergantung hasil  pemeriksaan saksi serta bukti lainnya," kata Wakapolres Nias. (Yamoni)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama