BNPB Rangkul Empat Perguruan Tinggi di Sumbar

 Mahasiswa dari empat perguruan tinggi dilepas ke Pasaman Barat


PADANG-Gempa bumi yang menguncang Pasaman Barat, Minggu (27/2/2022) mengakibatkan berbagai kerusakan terhadap bangunan termasuk rumah masyarakat. 

Badan Nasional Penanggulanggan Bencana (BNPB) melakukan assessment dan memetakan kerusakan rumah yang rusak dengan merangkul mahasiswa di empat perguruan tinggi di Sumatera Barat.

Ketua Rehabilitasi dan Rekonstruksi Universitas Andalas, Febrin Anas Ismail menyebutkan, empat perguruan tinggi yang terlibat dalam proses assessment lanjutan ini, adalah Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Bung Hatta (UBH) dan Institut Teknologi Padang (ITP) selama sepuluh hari ke depan.

Disampaikannya, mahasiswa akan melakukan pendataan dan menginput data secara online di lapangan sehingga data realtime yang masuk di inaRISK selalu terupdate.

Menurutnya, data yang ada sekarang selalu berubah sehingga masyarakat juga bingung, apakah rumahnya bisa direhab atau dibangun kembali. Febrin juga menyampaikan, ada inovasi baru untuk memperbaiki rumah yang retak akibat bencana gempa, dengan menggunakan teknologi ferrocement layer atau kawat anyam yang dilapisi semen.

“Jika rumah masih berdiri kokoh dan hanya menimbulkan keretakan pasca gempa, maka rumah tersebut dapat diperbaiki dan dapat diperkokoh dengan kawat anyam ke dinding atau sudut dinding,” tambahnya yang didampingi Ketua Pusat Studi Bencana Universitas Andalas, Prof. Fauzan.

Ditambahkan Febrin, saat melepas mahasiswa ke Pasaman, Kamis (3/3/2022) di UPT BNPB Pusdalops Padang, selain melakukan proses assessment mahasiswa juga mensosialisasikan proses perbaikan rumah masyarakat. 

Rektor Universitas Andalas Prof. Yuliandri mengemukakan, sebelumnya ia mengirimkan tiga tim ke lokasi terdampak bencana gempa bumi di Pasaman dan sekitarnya.

Tiga tim ini terdiri tim dokter dari rumah sakit Universitas Andalas, Pusat Tanggap Bencana dari Fakultas Keperawatan dan Kesmas serta Pusat Studi Bencana.

Pusat Studi Bencana telah melakukan quick assessment dan pemetaan awal pasca gempa, namun perlunya assessment lanjutan dengan bekerja sama dengan BNPB melibatkan mahasiswa teknik sipil di empat perguruan tinggi di Sumbar.

Rektor Yuliandri menekankan kepada seluruh mahasiswa mari bergandengan tangan membantu masyarakat dan pemerintah, jaga kondisi kesehatan dan komunikasi serta kerjakan dengan sepenuh hati dan tuntas. “Dalam setiap interaksi, tinggalkan kesan positif, tinggalkan kesan yang menyenangkan,” ujar rektor.

Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansyah melepas mahasiswa secara resmi yang didampingi Rektor Universitas Andalas dan Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Tafdil Husni.

Ia mengapresiasi atas keterlibatan mahasiswa dari empat perguruan tinggi di Sumbar sebagai relawan mapping rumah rusak akibat gempa bumi yang menguncang Pasaman Barat dan sekitarnya. (*)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama