BPD Dilantik, Ini Harapan Warga Desa Tuhegeo II


 Foto bersama setelah pelantikan


GUNUNGSITOLI-Sebanyak lima anggota Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Tuhegeo II, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara dilantik Wali Kota Gunungsitoli melalui Camat Gunungsitoli Idanoi.

"Telah dilangsungkan pengambilan sumpah dan pelantikan anggota BPD masa keanggotaan 2022-2028 dan pemberhentian anggota BPD masa 2017-2022," kata Kepala Desa Tuhegeo II, Yaredi Laoli saat dijumpai wartawan di kediamannya, Senin (14/3/2022).

Kepala Desa Tuhegeo II, Yaredi Laoli mengucapkan terimakasih atas pelantikan BPD tersebut. Pelantikan berlangsung dengan aman dan lancar. 

"Terimakasih yang sebesar besarnya atas pengabdian dan sumbangsih anggota BPD masa keanggotaan 2017-2022 serta mengucapkan terimakasih kepada Camat Gunungsitoli Idanoi atas dilantiknya anggota BPD Tuhegeo II periode 2022-2028," ujarnya.

Struktur kepengurusan Badan Permusywaratan Desa (BPD) yang dilantik itu, Ketua terpilih Noferi Laoli, Wakil Ketua Ediyusu Laoli, Sekretaris Desimira Laoli, anggota Econi Laoli dan Fatisokhi Laoli.

"Mudah mudahan, nantinya BPD juga sebagai pengontrol penampung aspirasi masyarakat dan juga penunjang kegiatan yang bersifat membangun demi kemajuan desa," kata kepala desa.

Salah seorang warga, Yamoni Laoli mengucapkan selamat kepada BPD yang baru. Dia berharap pada mereka yang dilantik untuk menjalankan tugas dengan baik sesuai sumpah janji yang diucapkan. 

Berdasarkan Undang-undang Nomor 6/2014 tentang Desa, fungsi BPD adalah membahas dan menyepakati rancangan peraturan desa bersama kepala desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa dan melakukan pengawasan kinerja kepala desa.

“Dari tiga tugas itu sudah jelas BPD adalah lembaga yang memiliki kekuatan dalam menyepakati peraturan desa yang bakal menjadi pedoman pelaksanaan pembangunan desa, " jelasnya.

Yamoni Laoli menuturkan, BPD juga memiliki kekuatan menyampaikan aspirasi warga melalui beberapa tahapan. BPD harus menggali dan menampung aspirasi masyarakat sebagai sebuah energi positif dalam merumuskan langkah kebijakan desa.

Menurut dia, dengan keadaan seperti sekarang, harusnya BPD bersama kepala desa serta perangkat desa saling bekerjasama dengan baik, tanpa mencari kesalahan-kesalahan dan tetap mencari solusi dalam mengatasi permasalah di desa.

"Kita berharap BPD mampu bekerjasama dan membangun komunikasi harmonis dengan kepala desa, perangkat desa, sehingga program dapat berjalan dengan baik yang ujungnya dapat memajukan desa," katanya. (*)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama