DPP Orahua Nga'oto Daeli Resmi Terbentuk, Fokus ke Kebudayaan


Jajaran pimpinan DPP Orahua Nga'oto Daeli berikan keterangan pers


NIAS-Tim formatur dan perumus perkumpulan keturunan Daeli (Orahua Nga'oto Daeli) disingkat dengan OND resmi membentuk struktur kepengurusan dewan pimpinan pusat.


Dari hasil keputusan itu, ada 200 personel yang terdiri dari dewan pembina, dewan pakar, dewan penasehat, dewan pengurus dan dilengkapi dengan pengurus pleno serta keanggotaan lainnya.

Ketua Umum dijabat Damili R. Gea, Ketua Dewan Pembina, Firman Jaya Daeli, Ketua Dewan Pakar, Pdt. Sarofati Gea dan Ketua Dewan Penasehat, Faduhusi Daeli.

Maksud dan tujuan dibentuk wadah itu, guna mempersatukan saudara bagi keturunan Daeli Sanau Talinga melalui organisasi kemasyarakatan (ormas) Orahua Nga'oto Daeli yang berdomisili di seluruh Indonesia.

Hal ini disampaikan Ketua DPD OND, Damili R Gea saat konferensi pers bertempat di Omo Hada, Jalan Bandara Binaka Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Selasa (22/3/2022).

"Ormas ini bukan bersifat non politik dan non theologia. Semata mata untuk merekatkan dan meningkatkan kembali hubungan silahturahim kekerabatan keluarga serumpun," jelasnya.

Dia menuturkan, setelah terbentuknya DPP, selanjutnya dibentuk koordinator wilayah (korwil) di setiap kabupaten/kota karena bukan sistim memakai cabang.

"Akan segera kita mengeluarkan mandat di setiap kabupaten dan Kota untuk membentuk struktur kepengurusan," tuturnya.

Damili R Gea menegaskan, beberapa program yang harus digagas dengan melakukan penelitian sejarah, pelestarian adat dan budaya serta pembangunan atau pemugaran kedua makam leluhur Daeli dan Gea serta membuat sesuatu kesepakatan (fondrako) sehingga ada aturan dikeluarga keturunan leluhur Daeli.

"Keturunan leluhur Daeli Sanau Talinga ini seperti marga Gea, Farasi, Hinare, Humendru, Laowo, Daeli, Larosa, Lafau dan Marulafau, " ungkapnya.

Ketua Dewan Pembina, Firman Jaya Daeli berharap dalam dua tahun pertama ini sebagaimana yang direkomendasikan pada musyawarah besar dalam tiga pokok utama bisa digagas, terutama yang berkaitan tentang pemugaran makam Leluhur Daeli dan Gea.

"Saya meyakinkan dan memastikan program kerja ini tetap dalam rangka kebudayaan, kesejarahan serta adat istiadat," ungkapnya.

Dikatakannya, keberadaan ormas ini yang bernama (OND) memastikan bukan organisasi ekslusif, tetapi hanya bersifat kekeluargaan, kemasyarakatan dalam rangka akar kebudayaan khususnya keturunan Daeli.

"Pesan moral dan struktural keturunan Daeli (OND) khususnya yang sudah bergabung didalam kepengurusan tetap jalan pintu koridor terhadap kebudayaan, kesejarahan dan adat istiadat," katanya. (YAMONI)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama