Hindari Pernikahan Dini, 57 Santri Ikuti Bimbingan


 Kantor Kemenag Padang Panjang adakan bimbingan bagi santri. (kominfo)


PADANG PANJANG-Kementerian Agama (Kemenag) Padang Panjang laksanakan bimbingan pranikah bagi remaja usia sekolah untuk menghindari pernikahan dini. Kegiatan diikuti 57 santri MA KMM Pondok Pesantren Muhammadiyah di aula FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, Rabu (9/3/2022).


Kepala Kantor Kemenag, Alizar Chan mengatakan, kegiatan bimbingan pranikah ini perlu terus dilakukan guna mengurangi angka pernikahan dini. “Tingginya angka pernikahan dini di berbagai daerah, menjadi perhatian Kemenag Kota Padang Panjang dengan menggelar bimbingan perkawinan pranikah,” ujarnya yang dikutip dari Kominfo.

Alizar menjelaskan, bimbingan dan penyuluhan nikah ini, terbagi menjadi dua klasifikasi. Yaitu bimbingan pranikah bagi remaja yang masih sekolah, dan bimbingan pranikah bagi yang siap menikah. 

Menurut Alizar, instansinya juga menggandeng seluruh lembaga pendidikan madrasah aliyah dan sekolah, guna melakukan sosialisasi bimbingan pranikah melalui unit-unit kantor urusan agama (KUA) di kecamatan. Karena berdasarkan fakta, banyak terjadi perceraian di usia perkawinan yang masih muda, karena kurangnya pengetahuan dan persiapan yang matang.

Mudir Pontren Kauman Muhammadiyah, Derliana menyampaikan kegiatan ini bukan menganjurkan santri untuk segera menikah. Namun memahami hakikat sebuah pernikahan agar tidak salah langkah ketika mengambil sebuah keputusan.

"Program ini bukan menganjurkan santri untuk buru-buru menikah, tapi pembekalan terkait usia yang matang serta edukasi terkait bagaimana remaja menyikapi ketika sudah tiba usianya, sudah siap untuk menikah,” ungkap Derliana.

Kegiatan yang menerapkan prokes ini, merupakan program kerja dari Kasi Bimas Kemenag. Sebagai pemateri Syaiful dan Raudatul Jannah, selaku fasilitator. (*)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama