Masyarakat Kota Solok Lestarikan Tradisi Turun ke Sawah


Wakil wali kota  bersama masyarakat hadiri tradisi turun ke sawah


KOTA SOLOK- Tradisi turun ke sawah sebagai wujud syukur atas berkah hasil panen sawah yang diperoleh, sekaligus pelestarian budaya anak nagari dilaksanakan di Kota Solok, persisnya di Sawah Solok, baru-baru ini.


Kegiatan itu dihadiri Wakil Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra. Selain itu juga hadir bundo kanduang, anak silek dan tokoh masyarakat.

Kegiatan ini merupakan tradisi sebagai wujud kegembiraan dan rasa syukur atas berkah hasil panen sawah yang diperoleh, sekaligus pelestarian budaya anak nagari. Kegiatan seni yang dilaksanakan,  antara lain silek tuo, basilek dalam sawah (basilimuh) dan batuang gilo.

Tradisi ini sudah dilaksanakan secara turun-temurun, hingga saat ini masih tetap digelar jika masyarakat hendak turun ke sawah. Biasanya pagelaran budaya ini dilaksanakan seusia panen padi.

Tradisi turun ke sawah dilakukan masyarakat untuk memulai masa tanam. Telah ada sejak zaman nenek moyang, tradisi ini bentuk rasa peduli dan doa masyarakat akan hasil panen dan sumber air bersih sebelum mulai tanam. 

Ketika ritual ini sempat hilang, banyak masyarakat meresahkan kehadiran hama dan berbagai penyakit menyerang padi mereka. Tentu membuat hasil panen menurun. Dengan adanya tradisi ini, memang meningkatkan produksi padi masyarakat. 

"Tradisi turun ke sawah ini merupakan kekayaan budaya yang harus dilestarikan," kata wakil wali kota. (SIS)




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama