Merasa Tersinggung Jadi Motif Pembunuhan di Saitagaramba


 Kapolres Nias, AKBP Wawan Iriawan berikan keterangan pers


GUNUNGSITOLI-Kapolres Nias, AKBP Wawan Iriawan didampingi Kasat Reskrim, AKP Iskandar Ginting berikan keterangan pers, Sabtu (11/3/2022), terkait keberhasilan mengamankan terduga pelaku pembunuhan. Warga yang jadi korban, Syukur Jaya Gori (26), warga Desa Saitagaramba, Kecamatan Sogae’adu, Kabupaten Nias. 


Diberitakan sebelumnya, pembunuhan terjadi di Desa Saitagaramba, Kecamatan Sogae’adu, Kabupaten Nias, yang diduga dilakukan JG (37) terhadap Syukur Jaya Gori (26) yang terjadi pada Minggu (6/3/2022) sekitar pukul 22.30 pada sebuah warung.

Kemudian personel Polres Nias bersama dengan Polsek Gido berhasil mengamankan terduga pelaku, JG di Dusun III Hilindruria, Desa Tulumbaho, Kecamatan Sogae’adu, Kabupaten Nias, Senin (7/3/2022) sekitar pukul 19.30. Kemudian terduga pelaku dibawa ke Polres Nias untuk menjalani pemeriksaaan. 

Kapolres AKBP Wawan Iriawan menjelaskan, awal pengungkapan kasus ini saat pihak kepolisian menerima informasi tentang peristiwan pembunuhan. Mendapat informasi, personel Polsek Gido bersama personel Polres Nias datang ke TKP dan langsung melakukan olah TKP di warung tersebut.

"Di TKP, kita mendapatkan di tubuh korban ada luka tusuk. Luka di dada dan lengan. Kemudian jasad korban dibawa ke Puskesmas Gido guna dilakukan pemeriksaan medis untuk keperluan visum. Hasil olah TKP dan interogasi beberapa saksi, kita mengantongi identitas terduga pelaku,"jelas Wawan.

Wawan menerangkan kronologis terjadinya pembunuhan tersebut. Setelah dilakukan penyidikan dengan melakukan pemeriksaan terhadap sembilan saksi dan melakukan olah TKP, kejadian bermula saat korban Syukur Jaya Gori bersama temannya minum di warung. Kemudian datang terduga pelaku (JG) dan duduk bersama sambil minum-minum dan nongkrong dengan minum kopi dan juga minuman lainnya.

“Kejadian pembunuhan tersebut bermula saat korban Syukur Jaya Gori bersama temannya minum pada sebuah warung. Kemudian datang terduga pelaku JG dan duduk bersama sambil minum-minum dan nongkrong sambil mengonsumsi kopi dan juga minuman lainnya “ terang Wawan.

Setelah itu, kata Wawan, korban mengatakan dengan menggunakan bahasa daerah Nias bila diartikan ke dalam bahasa Indonesia, "Waktu saya masih kecil saya digertak-gertak, namun sekarang saya tidak bisa lagi digertak." Ucapan itu disampaikan sambil mengetok-ngetok meja.

Lalu terduga pelaku mengatakan, "Kamu bicara begitu untuk =siapa ditujukan?" Kemudian korban langsung mengatakan, "Saya mengatakannya kepada siapa saja."

Atas perkataan korban tersebut, JG merasa tersinggung kemudian berdiri sambil mengambil pisau dari pinggangnya yang sudah dia bawa dari rumah, lalu  menusuk ke dada sebelah kiri korban yang kebetulan saat itu korban juga berdiri.

"Setelah JG menusuk dada sebelah kiri, JG menusuk lagi dada sebelah kanan, lalu kemudian menusukkan pisaunya lagi ke daerah lengan sebelah kanan," kata Wawan.

Dikatakan Wawan, karena terkena tusukan, korban melarikan diri di sekitar warung. Warga yang berada di TKP membawa korban ke puskesmas terdekat dan kemudian korban meninggal dunia setelah sampai di Puskemas Gido.

"Sementara itu terduga melarikan diri ke arah rumahnya, sesampai di rumahnya, JG sempat berbicara dengan isterinya. Kemudian JG melarikan diri ke hutan di belakang rumahnya, kurang lebih sekitar tiga kilometer dari rumahnya," kata Wawan.

Wawan menyampaikan, barang bukti yang sudah diamankan, seperti baju korban bersama baju tersangka JG, namun masih ada lagi alat bukti yang lain masih perlu dicari seperti alat yang digunakan saat di TKP.

"Pembunuhan dipicu ketersinggungan JG atas perkataan yang diucapkan korban pada saat mereka minum-minum di warung. Motifnya, pelaku merasa tersinggung akibat perkataan korban," kata Wawan.

Atas perbuatannya, tersangka JG dilakukan penahanan sejak 8 Maret 2022. Terhadap JG dipersangkakan melanggar pasal 338 atau pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (YAMONI)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama