Pemko Solok Siap Percepat Penanganan Stunting

 Wakil wali kota tanda tangani percepatan penanganan stunting di musrenbang provinsi



PADANG - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2023 tingkat Sumatera Barat diikuti Wakil Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra di Hotel Pangeran Beach, Senin (28/3/2022).


Acara tersebut dibuka ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur Mahyeldi. Musrenbang mengangkat tema peningkatan produktivitas sektor strategis menuju transformasi ekonomi dengan tiga bidang strategis, pertanian, pariwisata serta perdagangan dan UMKM.

Wakil Wali Kota Solok melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dalam rangka percepatan penanganan stunting dengan gubernur dan seluruh kepala daerah di Sumbar.

Hadir dalam musrenbang itu, Wakil Gubernur Audy Joinaldi, Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Teguh Setiabudi, kepala daerah/wakil kepala daerah se-Sumbar beserta Kepala Bappeda serta undangan lainnya.

Musrenbang RKPD 2023 terasa spesial karena Sumatera Barat menjadi daerah pertama yang melakukan rencana aksi penyandang disabilitas dengan menghadirkan Antoni Tsaputra, seorang doktor dengan disabilitas fisik berat. Dia merupakan penyandang disabilitas berat pertama di Indonesia yang mampu menyelesaikan studi di Luar Negeri.

Mahyeldi berharap dalam musrenbang RKPD, semua pihak dapat memberikan masukan untuk program kerja 2023. Bupati dan walikota secara langsung menyampaikan usulan kepada gubernur Februari lalu, selanjutnya dilakukan penajaman dalam pra-musrenbang.

"Kita harus bahu-membahu dalam melaksanakan pembangunan. Sebuah keniscayaan membangun daerah tanpa ada kerjasama yang baik antar daerah," ungkapnya. 

Mahyeldi menjabarkan, secara umum arah kebijakan pemerintah provinsi 2023, yakni percepatan vaksinasi menuju herd immunity, percepatan penurunan prevalensi stunting, meningkatkan kualitas dan keterampilan angkatan kerja, pembangunan inklusif, mengoptimalkan pembangunan sektor pertanian dengan tetap mengalokasikan 10 persen dari total APBD.

Kemudian mempertahankan produksi padi sebagai lumbung nasional dan tetap meningkatkan produksi jagung, sapi, kambing dan unggas. Mencetak 100 ribu millenial entrepreneur dan women entrepreneur serta pelaku ekonomi kreatif. 

Meningkatkan keahlian dan keterampilan bagi pelaku UMKM dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk pengembangan bisnis dan perdagangan digital. 

Wakil Wali Kota Solok, Ramadhani menyatakan, pemko siap mempercepat penanganan stunting. (SIS)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama