Penikaman di Lapangan Merdeka, Anggota DPRD Gunungsitoli Angkat Bicara


 Yobedi Laowo


GUNUNGSITOLI-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gunungsitoli, Yobedi Laowo, dari Partai NasDem, Senin (28/3/2022) angkat bicara tentang peristiwa penikaman di lapangan Merdeka Kota Gunungsitoli. 


Peristiwa penikaman terjadi, Rabu (23/3/2022) dan korban bernama Dede Syukri Guci (40), warga Kelurahan Saombo, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli.

Anggota DPRD, Yobedi Laowo mengatakan, Polres Nias telah menetapkan tersangka yang berinisial SZ. Terduga pelaku lainnya tidak ditahan karena masih belum cukup bukti keterlibatannya.

"Dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut supaya dikembangkan. Minta informasi ke berbagai pihak yang mengetahui kejadian," katanya.

Dia juga mengemukakan, dalam pemberitaan disebutkan ada warga yang menghalangi saksi yang berusaha melerai pertengkaran antara korban dan pelaku. "Hal ini juga harus diusut," katanya.

Menurut Yobedi, Polres Nias perlu mengetahui siapa pihak yang menghalangi itu. Sebab, kejadian ini janggal. Harusnya, ketika ada warga yang bertengkar, maka menjadi kewajiban bagi warga di sekitarnya untuk melerai. "Ini malah menghalangi orang yang hendak melerai. Bahkan, dari informasi yang berkembang, saksi yang hendak melerai, malah ditakut-takuti," katanya.

Yobedi Laowo berharap pihak kepolisian objektif dan transparan serta mengedepankan keadilan.  "Kita mendorong pihak korban untuk melaporkan kalau memang ada keterlibatan oknum dalam peristiwa penikaman itu," katanya.

Diberitakan sebelumnya,  Dede Syukri Guci (40), warga Kelurahan Saombo, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara menderita luka tusuk benda tajam. Korban menjalani perawatan di RSUD dr. Thomsen Nias.

Dede mengalami tindak kekerasan pada Rabu (23/3/2022) sekitar pukul 16.03 di Lapangan Merdeka Kota Gunungsitoli. Korban ditikam dengan pisau oleh pelaku SZ (33).

Atas kejadian tersebut, keluarga korban berharap agar pelaku segera ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku. Permintaan itu disampaikan istri korban, Indah Mayang Sari Telaumbanua ketika dijumpai di RSUD dr. Thomsen Nias, Sabtu (26/3/2022).

"Suami saya setelah melewati kritis sesudah menjani operasi pada Kamis (24/3/2022). Keadaannya sudah mulai membaik. Hasil pemeriksaan dokter, suami saya mengalami tusukan di perut sebelah kiri dan dua tusukan di lengan kiri," katanya.

Menurut informasi dan pengakuan suaminya, korban ditusuk pelaku serta dibantu dua orang lainnya. Istri korban mempersilahkan polisi  mengusut dan mengembangkan kasus kekerasan tersebut.

Salah satu saksi, FT menjelaskan, dia diajak ke Lapangan Merdeka. Korban minta bertemu. Sampai di lokasi, ternyata ada terduga pelaku SZ. Terduga pelaku ini sempat kabur mungkin karena saksi bareng sama korban. Ketika SZ balik lagi, dia datang bersama temannya.

Kemudian, SZ datang mendekati korban. Entah apa yang dibicarakan, mereka sepertinya terlibat adu mulut. "Saya berusaha melerai, namun ada pihak yang menghalangi saya supaya tak bisa melerai," kata saksi.

Menurut saksi, pihak yang menghalanginya melerai menyebutkan, "Biarkan orang itu."  Ketika orang itu berbicara, dia mengeluarkan sesuatu untuk menakuti saksi. 

Permintaan itu, ditolak saksi dengan menyebutkan, "Gak bang, ada pisau mereka dengan sambil menunjuk-nunjuk pisau milik terduga pelaku." 

Singkat cerita, korban ditikam.  Korban lemah akibat kena tusukan dari SJ. "Saya langsung membawa ke rumah sakit, takut kehabisan darah. "Saya heran, kenapa orang yang menghalanginya itu tak melerai orang bertengkar. Kok malah membiarkan," katanya.

Warga yang menghalangi saksi untuk melerai pertengkaran, kemudian berlaku begitu saja, seolah tak terjadi apa-apa. Padahal, ada warga yang terjatuh dan terluka. 

Kapolres Nias, AKBP Wawan Iriawan saat dikonfirmasi melalui Paur Humas, Aiptu Yadsen Hulu mengatakan, polisi telah menetapkan tersangka dalam kasus itu. "Kami mengamankan SZ," kata dia.

Dijelaskan, terhadap tersangka SZ ditahan di Polres Nias mulai Jumat (25/3/2022). Dikatakan Yadsen,  terduga pelaku sebelumnya sempat diamankan, tidak ditahan karena masih belum cukup bukti keterlibatannya.

"Yang satu lagi tidak ditahan karena masih belum cukup bukti keterlibatannya dalam kejadian tersebut, namun polisi masih akan tetap mendalami dan menyelidiki lebih lanjut," kata Yadsen. (YAMONI)




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama