Penuhi Panggilan Penyidik Polres Nias, Terlapor Bantah Lakukan Penganiayaan


 Terlapor ketika diwawancarai


GUNUNGSITOLI-Salah seorang Warga Desa Tuhembuasi, Kecamatan Sogaeadu, Kabupaten Nias memenuhi panggilan polisi sebagai terlapor atas dugaan penganiayaan anak di bawah umur. Perkara itu dilaporkan Yuniarif Lombu alias Ama Imel dengan Nomor : LP/65/II/2022/NS, tertanggal 19 Februari 2022.


Warga yang memenuhi panggilan itu bernama Sabartu Lombu.  Dia datang ke Polres Nias untuk diperiksa di ruang unit PPA Satreskrim Polres Nias di Jalan Bhayangkara Nomor 1 Gunungsitoli, Sumatera Utara, Rabu (09/03/2022).

Sabartu Lombu menjelaskan, kedatangannya ke Polres Nias merupakan langkah kooperatif dan menghargai panggilan penyidik guna kepentingan penyelidikan atas laporan dugaan penganiayaan kepada anak di bawah umur.

"Penyidik memperlakukan saya dengan baik, sehingga semuanya berjalan dengan lancar," jelas Sabartu Lombu.

Dijelaskannya, penganiayaan dan pelemparan batu terhadap anak pelapor bernama NPL itu tidak benar.  "Penganiayaan atau pelemparan batu itu tidak benar saya lakukan pada NPL. Sepertinya saya difitnah," kata dia.

Dikatakan Sabartu, kejadian berawal ketika dia menjemput ibunya di kebun, sekitar pukul 18.00.  Sesampainya di kebun tersebut, dia melihat dari jauh NPL bersama neneknya sedang melakukan perusakan dengan mencabuti tanaman pisang di kebun.

"Saya diam-diam mendekat dan langsung mengambil rekaman video. Pada saat itu selang beberapa menit, mereka melihat saya dari jauh sekitar jarak 40 meter dan mereka lari menuju rumah mereka. Rekaman video itu masih ada dan bisa dibuktikan kalau NPL bersama neneknya saat itu diduga melakukan perusakan tanaman," katanya.

Sabartu Lombu mempercayakan penanganan perkara itu pada pihak kepolisian. "Mereka lebih propesional dalam mengungkap kebenaran dan saya juga siap mempertanggung jawabkan di depan hukum apabila memenuhi bukti saya berbuat salah," katanya. (YAMONI)




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama