Wagub Ajak Perantau Minang Turut Bangun Kampung Halaman

 Wagub Sumbar foto bersama dengan perantau Minang  di Batam


BATAM-Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy apresiasi dan bangga kepada perantau Minang yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Sumatera Barat (IKSB) Batam yang telah membangun hubungan kekeluargaan yang erat dan harmonis. 


"Tentunya dapat dijadikan contoh bagi para perantau lainnya dalam menjaga kesatuan antara perantau untuk selalu memberikan yang terbaik bagi Ranah Minang," kata Audy Joinaldy dalam pertemuan silaturahim dengan IKSB Batam di Batam, Kamis (31/3/2022).

Wagub Audy menyampaikan kemajuan pembangunan Sumbar, namun sempat terhalang diakibatkan pandemi Covid-19.  "Kasus Covid-19 di Sumbar sudah melandai, kita terus melanjutkan pembangunan Sumbar. Untuk itu saya mengajak IKSB terus meningkatkan kerjasama," ungkapnya.

Audy menceritakan, pembangunan Bandara Udara Rokot di Kepulauan Mentawai yang rencananya akan selesai pada 17 Agustus 2022 nanti. "Insya Allah, kalau memungkinkan Presiden RI ke Mentawai meresmikan," tuturnya.

Menurutnya kehadiran bandara tersebut nantinya sangat berpengaruh bagi pengembangan pariwisata di Kepulauan Mentawai.  "Kita akan menyiapkan sejumlah event-event berskala besar di Sumbar, sebagai upaya membangkitkan kegairahan wisata. Untuk itu perlu dukungan dari IKSB Batam," ucapnya.

Audy menerangkan kondisi Tol Padang-Pekanbaru yang terus berjalan. Selain itu, Bencana gempa di Pasaman dan Pasaman Barat juga disampaikannya. Namun dalam hal kebersamaan, Audy minta tetap menjadi hal utama. "Basamo mangko manjadi, jangan sampai lupakan kampung halaman," pintanya.

Sekjen IKSB Kota Batam, Deni Aslan menyatakan senang bisa bertemu dengan Wagub Sumbar. "Kami sangat senang sekali bisa bertemu Uda Audy. Semoga hadirnya Uda Audy bisa memberikan dampak positif bagi kami disini. Insya Allah Kepulauan Riau dan Sumbar sukses membangun Ranah Minang," harap Deni.

Deni Aslan menjelaskan, IKSB Batam merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang  berumur 38 tahun serta telah cukup dewasa dalam berorganisasi dengan terdiri dari 18 kabupaten/kota dan dua organisasi otonom Gema Minang dan Bundo Kanduang serta satu buah yayasan pagaruyung Batam.

IKSB sudah menyelesaikan penyaluran donasi yang terkumpul dari donatur pengusaha, Golfer Minang Batam, pengurus IKSB, Gema Minang, Bundo Kanduang dan lintas komunitas rang mudo di Batam pasca gempa Pasaman dan Pasaman.

Menurutnya, membangun daerah itu penting. Tidak harus selalu berada di kampung, tapi juga bisa dari negeri orang, seperti Batam. "Kami siap berkontribusi untuk memajukan daerah. Minimal menciptakan imej baik daerah asal kita," ujarnya.

Deni juga menjelaskan, perantau asal Sumbar di Batam bisa berkontribusi dalam pembangunan di berbagai bidang. Meski begitu, ia tetap mengajak para perantau agar tidak melupakan kampung halaman. (rls)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama