Wartawan Diduga Dianiaya, Ini Kata Ketua Kawani

 Open Gea Herman



GUNUNGSITOLI-Seorang jurnalis, Jurdil Laoli menjadi korban dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan preman di pelabuhan Gunungsitoli, Sumatera Utara, Minggu (13/3/2022) sekitar pukul 23.11.


Kejadian itu berlangsung saat korban Jurdil Laoli bersama dua teman lainnya melakukan peliputan dugaan pungutan liar yang lakukan ABK di kapal penumpang dari Pelabuhan Gunungsitoli menuju Sibolga. 

Peristiwa ini telah dilaporkan ke Polres Nias. Ketua Komunitas Wartawan Nias (Kawani), Open Herman Gea menanggapi dugaan penganiayaan tersebut. 

Dia menyebutkan, dalam sepekan ini dia memonitor setiap informasi yang beredar di group group Facebook maupun WhatsAap tentang informasi menyangkut penganiayaan terhadap seorang wartawan di pelabuhan Gunungsitoli.

"Saya meminta semua pihak menjaga situasi kondusif dan menghormati proses hukum serta profesional dengan tidak membangun opini yang justru memperkeruh suasana," ungkap Ketua Kawani, Open Gea Herman, Minggu (20/3/2022).

Dikatakannya, korban telah membuat laporan pengaduan ke Polres Nias dan dalam tahap penyelidikan. Open Gea menilai, oleh karena banyak informasi yang beredar,  sebagian netizen kebingungan karena informasi yang disampaikan terkesan simpang siur dan tidak substansi, serta terkesan menyudutkan pihak-pihak tertentu.

"Janganlah kita memberikan informasi melebihi dari apa yang kita ketahui dan kita dengar. Apalagi kalau menghakimi seseorang yang belum tentu benar telah bersalah dan berbuat tindakan yang melanggar hukum.  Ingat, profesi jurnalistik yang dilindungi undang-undang serta memiliki kode etik," tutur Ketua Kawani.

"Saya berpendapat, peristiwa yang dialami salah seorang wartawan di pelabuhan gunungsitoli, kemungkinan besar akibat kesalahpahaman atau miskomunikasi, yang pada akhirnya situasi tersebut dimanfaatkan pihak lain. Saya berharap kepada seluruh khalayak agar menghargai dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan, jangan pernah membangun opini-opini yang melahirkan preseden buruk bagi para pihak dan pihak lainnya," katanya.

Kepala Kepolisian Resort Nias, AKBP Wawan Iriawan melalui Humas Aiptu Yadsen Hulu mengatakan, laporan itu masih proses penyelidikan. "Laporan sudah diterima di Polres Nias dan Sat Reskrim sedang melakukan penyelidikan," katanya. (YAMONI)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama