11 Rumah Rusak, Pemko Malang Beri Solusi

 Pangdivif Kostrad  bersama wali kota dialog dengan warga yang tertimpa bencana.


KOTA MALANG-Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Dwi Wahyu Winarto beserta lembaga lainnya memberi bantuan pada korban bencana alam berupa tanah longsor di kawasan Jalan Muharto, Gang VB, RT 05/06, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (5/4/2022).


Bantuan itu merupakan bentuk pengabdian terhadap kepedulian kemanusiaan. Bencana tanah longsor menyebabkan enam KK kehilangan tempat tinggal serta dua rumah yang rusak parah akibat air hujan yang turun dengan intensitas tinggi hingga air sungai meluap dan menggerus rumah.

Pangdivif 2 Kostrad pada liputankini.com mengatakan, bantuan tersebut diharapkan meringankan beban yang dialami masyarakat yang terdampak bencana. "Tetap sabar dan saling bergotong royong,” ujarnya.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, pemko melalui perangkat RT/RW setempat telah memberikan peringatan dini. Ketika bencana terjadi, masyarakat dan perangkat pemerintahan telah mengetahui apa yang harus dilakukan.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dan Pak RT menyampaikan jika sebelumnya sudah ada upaya mitigasi. Sekarang, mau tidak mau kita pikirkan sebelas kepala keluarga itu. Pemko memberikan bantuan Rp3 juta per KK dari Baznas. Kedua, kami mencarikan rumah sementara untuk dihuni, kalau tidak bisa di rusunawa akan kami carikan lokasi lain, kami yang nanggung,” ungkap Sutiaji.

Wali kota mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak yang dengan sigap langsung tanggap terhadap musibah. 

"Saya secara pribadi mengucapkan banyak terimakasih kepada  Pangdivif, Lippo Malls Jatim, dan seluruh masyarakat yang terlibat dalam penanganan musibah," atanya.

Agus, salah satu warga sekitar memberikan kronologis kejadian terkait hanyutnya rumah tetangganya. "Kurang lebih selama dua minggu lalu ada tanda-tanda keretakan termasuk di dalam rumah. Retakan skala kecil ditemukan pada rumah warga yang berada di bantaran sungai," ujarnya

Selama dua hari ini hujan cukup tinggi intensitasnya dan tiba-tiba terlihat keretakan yang cukup besar dan warga sekitar juga berupaya menutup retakan dengan cara menambalnya tapi gerusan arus air yang tinggi akhirnya terjadi longsor. (Rdy)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama