Bupati Sergai Larang ASN Pakai Kendaraan Dinas untuk Mudik


Sekdakab Sergai Faisal Hasrimy


SERDANG BEDAGAI-Aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) dilarang menggunakan kendaraan dinas untuk kepentingan mudik, berlibur, ataupun kepentingan lain di luar kepentingan dinas.


Hal ini disampaikan secara tegas oleh Bupati Darma Wijaya melalui Sekretaris Daerah Sergai, Faisal Hasrimy di ruang kerjanya, komplek Kantor bupati, Sei Rampah, Jumat (22/4/2022).

Sekdakab menjelaskan, larangan ini tertuang dalam Surat Edaran Bupati Sergai Nomor 18.33/850/2201/2022 tentang Cuti Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Selama Periode Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah di Lingkungan Pemkab Sergai.

“Ada dua poin penting dalam surat edaran bupati tersebut, perihal cuti ASN dan protokol perjalanan,” terang Sekdakab.

Ia menjelaskan, untuk aspek cuti ASN yang tertuang dalam surat edaran tersebut mengatur serangkaian hal yaitu yang pertama pejabat pembina kepegawaian dan/atau pejabat yang diberikan delegasi kewenangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dapat memberikan cuti tahunan kepada ASN pada saat sebelum atau sesudah periode hari libur nasional dan cuti bersama Idul Fitri.

Sedangkan pada poin kedua menyebutkan, dalam rangka menjamin keberlangsungan penyelenggaraan pemerintahan dan kelancaran pelayanan publik, pemberian cuti tahunan dilakukan dengan mempertimbangkan beban kerja, sifat dan karakteristik tugas, dan jumlah pegawai dari masing-masing perangkat daerah.

Dikatakan sekda, pemberian cuti bagi pegawai dilakukan secara akuntabel sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17/2020 dan Peraturan Pemerintah Nomor 49/2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

Disampaikannya, untuk aspek protokol perjalanan sekdakab menyebutkan, ASN yang akan melakukan perjalanan ke luar daerah, mudik, dan atau ke luar negeri selama periode hari libur nasional dan cuti bersama Idul Fitri agar selalu memperhatikan dan memenuhi beberapa aspek.

Ia menerangkan, yang pertama status risiko persebaran Covid-19 di wilayah asal dan/atau tujuan perjalanan, kedua peraturan dan/atau kebijakan mengenai Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri, ketiga kriteria, persyaratan, dan protokol perjalanan yang ditetapkan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Kementerian Perhubungan, dan instansi terkait lainnya dan keempat protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan dan terakhir penggunaan platform PeduliLindungi. (affan)




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama