Desa Tuhegeo II Jadi Desa ODF, Kepala Puskesmas tak Menyangka

 Yorien Setia Alfarianti Lase 


GUNUNGSITOLI-Desa Tuhegeo II, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli berhasil mencapai target menjadi desa open defecation free (ODF). Desa itu bebas dari perilaku buang air besar di sembarangan tempat.


Keberhasilan didapat setelah dilaksanakan program pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan lingkungan. Program itu dilaksanakan dengan memanfaatkan bantuan dari Kementerian Kesehatan, Tarukim Provinsi Sumatera Utara serta Dana Desa dalam membangun jamban.

Kepala UPTD Puskesmas Gunungsitoli Idanoi, Yorien Setia Alfarianti Lase menjelaskan, pihaknya menurunkan tim melakukan evaluasi dan memfinalkan kondisi sesuai yang diharapkan.

"Selama dua hari tim kita melakukan verifikasi. Tim dari Dinas Kesehatan memutuskan Desa Tuhegeo II menjadi desa open defecation free (ODF) atau bebas dari perilaku buang air besar di sembarangan tempat," kata Yorien Setia Alfarianti Lase kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (15/4/2022).

Dia menuturkan, keberhasilan ini merupakan kerjasama atau sinergitas dari pemangku kepentingan baik masyarakat setempat maupun lintas sektoral. 

Petugas melakukan verifikasi lapangan

"Jujur saja, saya tidak menyangka Desa Tuhegeo II bisa berhasil. Awalnya kita pesimis lantaran kondisi jalan dan letak geografis yang kurang mendukung. Namun, berkat dukungan dari pemerintah desa dan masyarakat setempat, keraguan itu berbuah jadi kepastian. Desa itu lebih baik dibandingkan dengan desa-desa yang lain," ujarnya.

Dikatakannya, program open defecation free  ini baru pertama di wilayah Kecamatan Gunungsitoli Idanoi. "Makanya, kita terus memacu semangat dan dapat menjadi contoh serta motivasi bagi desa lain di wilayah Gunungsitoli Idanoi. Kita akan deklarasikan Desa Tuhegeo II sebagai desa open defecation free pada Mei mendatang dan diharapkan bisa dihadiri forkopimda," katanya.

Yorien Setia Alfarianti Lase mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang mendukung dan bersinergi terhadap program kesehatan lingkungan atau desa ODF. Baik itu Pemerintah Kecamatan Gunungsitoli Idanoi dan Pemerintah Desa Tuhegeo II beserta masyarakat setempat dan unsur forkopimca. 

"Pihak puskesmas akan terus berupaya juga mendukung program ini di desa-desa lainnya. Dukungan semua pihak sangat kita butuhkan," tegasnya.

Kepala Desa Tuhegeo II, Yaredi Laoli akan terus mendukung program pemerintah di wilayahnya. Dia berharap kepada pemerintah daerah agar permasalahan yang dihadapi masyarakat desa berupa air bersih bisa diatasi. Sebab,  Desa Tuhegeo II merupakan daerah pegunungan sehingga minim air bersih. 

Sebagian besar masyarakat hanya mengandalkan air hujan yang ditampung dalam wadah. Bila musim kemarau, warga kesulitan mendapatkan air bersih. Diperlukan perhatian lebih dari pemerintah untuk mengatasi persoalan itu. "Paling tidak, difasilitasi tempat penampung air hujan," katanya.

Diterangkannya, kegiatan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM), khususnya stop buang air besar sembarangan dilakukan dengan program bantuan dari Kementrian Kesehatan, Tarukim Provinsi Sumatera Utara dan Dana Desa. Pembuatan jamban dilakukan secara massal diwujudkan pada tahun ini. Program itu terbukti dapat tercapai.

"Pemdes berharap Kepada masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan dengan stop buang air besar sembarangan karena hal ini berisiko atau berdampak pada kesehatan kita bersama," katanya. (YAMONI)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama