Dinding Retak, Murid dan Guru SDN 077291 Luaha Gido Sebua Was-was

 Papan merek sekolah yang sekarang terdapat tiga ruangan yang retak-retak.



GUNUNGSITOLI-Murid dan guru di SDN 077291 Luaha Gido Sebua, was-was karena ada dinding ruangan yang retak. Dikhawatirkan terjadi sesuatu yang diinginkan.


Kepala SDN 077291 Luaha Gido Sebua, Amrin Zega saat ditemui wartawan, Jumat (8/4/2022) menyebutkan, guru serta peserta didik merasa was-was karena semua ruang kelas mengalami keretakan dinding dan tiang utama di bagian luar. "Kami benar-benar khawatir," katanya.

Yang dikhawatirkan warga sekolah adalah soal keselamatan. "Bangunan yang  retak akan mudah runtuh jika ada gempa," katanya.

Selain masalah dinding dan tiang yang retak, pembangunan toilet juga bermasalah. Kran air tak berfungsi, pemasangan tempat cuci tangan dan keramik yang dinilai kurang bagus. "Air belum mengalir ke WC," katanya.

Amrin Zega berharap kepada Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli untuk meninjau dinding retak-retak dan pekerjaan saluran air dan keramik yang belum rapi.

Sekolah itu mendapat dua proyek di 2021. Namun, dua proyek itu belum sempurna. Tak jelas faktor apa yang mengakibatkan dinding retak maupun toilet yang belum berfungsi dengan  sempurna.

Kedua proyek itu, rehab ruang kelas dengan memanfaatkan dana alokasi khusus (DAK) anggaran 2021 dan volume pekerjaan tiga ruangan dengan nilai kontrak Rp428.709.000.00.

Kemudian, pembangunan toilet beserta sanitasinya juga memanfaatkan dana alokasi khusus (DAK) 2021 dengan nilai kontrak Rp142.941.900.00.

Kedua proyek yang bernilai ratusan juta itu terbilang masih seumur jagung, namun dianggap bermasalah oleh pihak sekolah. 

Di tempat terpisah, Wija Delvianto Zega selaku PPK pada kedua item proyek di SDN 077291 Luaha Gido Sebua tersebut, ketika dikonfirmasi dan mengaku akan menindaklanjuti keluhan yang disampaikan kepala sekolah.

"Sudah kita tindak lanjuti dengan rekanan. Sebelumnya juga informasi ini sudah kami dapatkan. Pekerjaan tersebut masih dalam proses pemeliharaan, " ujarnya.

Dia mengatakan, pekerjaan pembangunan toilet sebelumnya itu sudah terpasang dengan baik. Namun, kalau ada masalah lagi, maka akan ditindaklanjuti.  "Hingga awal Mei, rekanan  masih kita berikan waktu untuk melakukan pemeliharaan," kata Wija. (YAMONI)




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama