Dugaan Penganiayaan Naik ke Penyidikan, Polres Nias Diapresiasi


 Korban berikan keterangan pada wartawan


GUNUNGSITOLI-Polres Nias disebut-sebut meningkatkan penyelidikan dugaan kekerasan atau penganiayaan terhadap Syafril Lubis Alias Ama Amal naik jadi penyidikan. Dalam dokumen yang beredar luas, polisi mengeluarkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) pada 29 Maret 2022.


Hal itu disampaikan Syafril Lubis Alias Ama Amal di kediamanya, Jalan Yos Sudarso GG Rambutan Nomor 41 Kelurahan Saombo, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Senin (4/4/2022).

Diketahui, dalam Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP.Sidik/43/III/RED.1.6./2022/Reskrim, tertanggal 29 Maret 2022 dimulai penyidikan dugaan tindak pidana secara bersama-sama, melakukan kekerasan fisik terhadap orang lain atau penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 ayat (1) atau pasal 351 ayat (1) dari KUHPidana yang terjadi pada Senin (21/2/2/2022) sekitar pukul 15.00 di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Saombo, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli tepatnya di jalan umum.

"Ahamdullilah, kita menerima SPDP dari Polres Nias terkait atas Laporan penganiayaan yang diduga dilakukan beberapa warga dengan inisial ST, KFT, HIPZ, FIPZ, ST, SZ dan lainnya," ucapnya.

Syafril Lubis berterimakasih kepada Polres Nias terkait kasus yang ia laporkan sebelumnya dan hasilnya telah dia terima. Mulai dari pemberitahuan  penyelidikan sampai tahap penyidikan dan pihak Polres Nias juga memberitahukan kepada Kejaksaan Negeri Gunungsitoli dan juga kepada para terlapor. "Saya menginginkan yang terbaik untuk mendapatkan keadilan," kata Syafril Lubis.

Ketua DPD LSM Nawacita Kepulauan Nias, Sarofati Lase didampingi penasehat hukum DPD Nawacita Kepulauan Nias, Yalisokhi Laoli mengatakan, kasus tersebut bermula dari laporan Syafril Lubis ke Polres Nias yang menyatakan terduga pelaku ST, KFT, HIPZ, FIPZ, ST, SZ dan lainnya diduga telah melakukan penganiayaan terhadap Syafril Lubis Alias Ama Amal.

Terkait hasil tindaklanjut laporan Syafril Lubis, Sarofati Lase, menyampaikan apresiasi kepada Polres Nias atas perkembangan dan penangan kasus penganiyaan terhadap laporan masyarakat.

"Kita berikan apresiasi kepada Pak Kapolres Nias, yang sudah serius menangani kasus ini, setelah memberikan SPDP yang disampaikan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli pada 29 Maret 2022 dengan nomor surat : K/40/III/RES.1.6./2022, sesuai tembusan surat yang diterima pelapor/korban Syafril Lubis, " ujarnya.

Diterangkannya, atas sikap tegas yang dilakukan Polres Nias, keluarga Syafril Lubis bersyukur sekaligus masyarakat juga mengetahui kalau kinerja polisi tetap profesional dan serius ketika melindungi masyarakat. "Kita juga akan tetap kawal kasus ini dengan mendampingi keluarga korban sampai proses hukum selanjutnya," kata Sarofati. (YAMONI)




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama