Kekayaan Intelektual di Sergai Perlu Didaftarkan

 Bupati Serdang Bedagai foto bersama dengan sejumlah pejabat 


MEDAN-Pentingnya hak kekayaan intelektual (HaKI) disadari betul oleh Bupati Serdang Bedagai, Darma Wijaya. Hal ini disampaikannya usai menghadiri roving seminar (seminar keliling) yang digelar Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia di Hotel JW Mariot, Medan, Rabu (13/4/2022). 


Kegiatan yang digelar pada 13-14 April ini dihadiri Menkumham Yasonna H. Laoly, Menparekraf Sandiaga Uno, para gubernur, bupati se-Sumut, pimpinan universitas, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), seniman dan lainnya.

Bagi bupati yang punya sapaan akrab Bang Wiwiek ini, pelaku UMKM sangat banyak di Sergai. Bahkan, katanya, sentra UMKM Pasar Bengkel di Kecamatan Perbaungan sangat dikenal terlebih di kawasan Sumatera Utara.

“Sergai punya ragam varian produk UMKM. Mulai dari produk kerajinan tangan hingga macam-macam kuliner. Ini belum lagi termasuk heritage budaya. Bahkan seniman juga banyak eksis dan masih terus berkarya di Sergai. Itu semua punya aspek kekayaan intelektual yang perlu dilindungi,” ucap Bang Wiwiek.

Darma Wijaya mengimbau kepada masyarakat yang terlibat dalam kegiatan yang berhubungan erat dengan HaKI agar segera mendaftarkannya ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) di bawah Dirjen Kekayaan Intelektual (DJKI).

“HaKI ini penting sekali fungsinya sebagai perlindungan hukum terhadap pencipta yang dipunyai perorangan ataupun kelompok atas jerih payahnya dalam pembuatan hasil cipta karya dengan nilai ekonomis yang terkandung di dalam nya. Dengan mendaftarkan HaKI, tentu juga akan berfungsi mengantisipasi dan juga mencegah terjadinya pelanggaran atas HaKI milik orang lain,” tutup Bang Wiwiek.

Menkumham Yasona Laoly  mengingatkan pentingnya kesadaran akan kekayaan intelektual ini bagi seluruh masyarakat Indonesia. Menurutnya, Indonesia kaya akan kekhasan dan kekayaan intelektual, mulai dari kekayaan intelektual komunal seperti tarian, produk budaya, varietas tanaman, merek dagang, dan lain sebagainya.

Yasonna mengambil contah sejumlah brand fashion dunia yang terkenal dan produknya dibandrol mahal sebab keuntungan HaKI.  “Mereka peduli akan kekayan intelektual. Jadi meskipun dengan bahan yang sama saat memproduksi pakaian atau aksesoris, namun karena memiliki brand terkenal sehingga harganya jauh melampaui harga kompetitornya. Hendaknya begitu pulalah dengan indonesia dan terkhusus di Sumatera Utara ini,” ujar Yasona. (Affan)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama