Lagi, Kejari Nabire Hentikan Jalankan Restorative Justice

 Kajari Nabire dan jajaran berikan keterangan pers



NABIRE-Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Fadil Zumhana untuk ketiga kalinya di tahun ini, menyetujui permohonan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif perkara pidana atas nama tersangka Amos Tebai.


Penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif tersebut dilakukan, Rabu (20/4/2022). Amos Tebai disangka melanggar Pasal 351 ayat (1) KUHP dari Kejaksaan Negeri Nabire.

Kepala Kejaksaan Negeri Nabire Muhammad Rizal, Kasi Pidum Royal Sitohang serta Jaksa Penuntut Umum yang menangani perkara, Maryo Sapulete selaku penuntut umum yang memfasilitasi dalam upaya perdamaian, proses perdamaian melalui mediasi.

Hasilnya, tercapai kesepakatan perdamaian antara tersangka dengan korban, yang akhirnya dapat dilakukan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif di rumah restorative justice Kejari Nabire.

Tersangka, akhirnya bebas tanpa syarat dan dapat kembali ke lingkungan masyarakat. (farid)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama