Lantik Kades Terpilih, Bupati Sergai Sampaikan Enam Pesan


Bupati pasangkan tanda jabatan kepada kepala desa yang dilantik


SEI RAMPAH-Bupati Serdang Bedagai, Darma Wijaya melantik 99 kepala desa se-Sergai dan tiga penjabat kepala di gedung baru kantor bupati Sei Rampah, Jumat (29/4/2022).


Bupati menyampaikan, atas nama Pemerintah Kabupaten Sergai mengucapkan selamat kepada seluruh kepala desa yang dilantik, dengan harapan kepala yang baru dapat membawa wajah dan pemikiran yang aktual dalam mempercepat pembangunan di Sergai. Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada kepala desa yang telah menjabat dan menyelesaikan amanah yang diberikan masyarakat.

Bang Wiwiek, sapaan akrabnya, mengatakan kalau pemilihan kepala desa yang dilaksanakan di Sergai merupakan amanat dari peraturan perundang-undangan yang harus dilaksanakan dalam mewujudkan proses demokrasi di tingkat desa secara efektif dan efisien.

Sebagai sebuah proses demokrasi politik di tingkat desa, Bang Wiwiek menyebut pemilihan kepala desa harus dimaknai sebagai sebuah proses awal dalam rangka mewujudkan cita-cita pembangunan di desa yaitu terwujudnya masyarakat desa yang mandiri, maju, dan sejahtera.

“Saat ini, kita berada di era globalisasi yang berubah dengan cepat, yang sangat berbeda dengan 5-6 tahun yang lalu. Revolusi industri 4.0 telah mengubah segala lini kehidupan, bukan hanya cara dalam berkomunikasi tapi juga dalam cara mengelola pemerintahan. Di sisi lain, persaingan antar daerah dan desa juga semakin sengit untuk berebut teknologi, berebut pasar, dan memperebutkan talenta-talenta hebat yang digunakan untuk memajukan daerah dan desanya,” ungkapnya.

Bupati meminta agar seluruhnya menyikapi dengan cara-cara baru dan terobosan-terobosan baru. Kecepatan, kreativitas dan inovasi, yakin Darma Wijaya, adalah kuncinya. Cara-cara lama yang monoton, yang tidak kompetitif, ia sebut tidak bisa diteruskan lagi karena harus bisa lebih cepat dan lebih baik dibandingkan dengan daerah atau desa yang lain.  

“Saya mengajak kita semua khususnya para Kades untuk mengambil jalan perubahan, melakukan reformasi secara berkelanjutan. Tidak ada lagi pola pikir lama, tidak ada lagi kerja linear dan tidak ada lagi kerja rutinitas. Birokrasi harus berubah, kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja dan cepat beradaptasi dengan perubahan. Pelayanan yang ruwet, berbelit-belit dan yang menyulitkan rakyat, harus kita pangkas. Kecepatan melayani menjadi kunci reformasi birokrasi,” tegas Bupati Sergai lagi.

Bang Wiwiek meneruskan, setiap kepala desa nantinya harus mampu memegang teguh amanah dan senantiasa berkomitmen atas janji yang dituangkan dalam visi dan misi, dengan mendukung program Pemkab Sergai untuk mewujudkan Sergai yang maju terus. 

“Dengan dilantik jadi kepala desa, harus menjalankan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di desa sampai dengan enam tahun ke depan. Kepala desa berperan sebagai pengambil keputusan dan penanggung jawab atas setiap kebijakan yang akan diambil dan dilaksanakan oleh pemerintah desa.  Kepala desa harus selalu menjaga integritas, melayani sepenuh hati dan profesional, harus inovatif dan cekatan turun tangan apabila masyarakat desa membutuhkan bantuan serta peka terhadap permasalahan sosial yang terjadi di desa saudara,” katanya.

Bang Wiwiek berpesan enam poin penting yang harus dipenuhi seluruh kepala yang dilantik. Pertama, bersungguh-sungguh dan penuh tanggungjawab sesuai dengan tupoksi. Kedua, menempatkan Badan Pemerintahan Desa sebagai mitra. Ketiga, menciptakan kondusivitas lingkungan masyarakat di desa yang dipimpin, dengan merangkul seluruh elemen masyarakat. 

Keempat, seorang kepala desa mempunyai tugas yang besar bukan hanya terfokus pada program yang ditawarkan serta nominal anggaran yang diusulkan ke pemkab, tetapi idealnya seorang kepala desa harus mampu membawa masyarakatnya hidup secara layak dan menggiatkan kembali budaya gotong royong. Kelima, mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan di desanya masing-masing karena gangguan kamtibmas sangat rentan terjadi dan menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan dan penegak hukum.

“Keenam atau yang terakhir, beberapa waktu yang lalu, masing-masing desa telah membentuk dua petugas kebersihan. Saya minta kepada seluruh Kades agar tetap mengaktifkan petugas kebersihan yang ada di wilayah saudara. Hal ini bertujuan agar kebersihan lingkungan dan drainase (parit) di desa bisa terjaga dan terhindar dari masalah banjir serta penyebaran penyakit seperti demam berdarah,” tandasnya. (affan)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama