Mudik ke Sumbar, Ini Tugas Pemerintah


Banyak pemudik yang akan gunakan transportasi darat. (inews)


PADANG-Diperkirakan ratusan ribu warga Sumbar di perantauan akan mudik pada lebaran tahun ini. Dua tahun tak pulang kampung karena pandemi, kini kran dibuka lebar, dengan catatan telah vaksinasi.


Warga yang mudik, sebagian besar berasal dari Jabodebatek. Khusus di jalur Sumatera-Jawa ini, dua tantangan yang harus diatasi pemerintah. Pertama, banyak jalan rusak kalau lewat lintas Timur. Tantangan kedua, kelangkaan solar sering terjadi. Pengemudi bus Sumbar-Jabodetabek terkadang harus berjam-jam antre di  SPBU untuk mendapatkan solar.

Bahkan, ada SPBU membatasi pembelian solar. Ada SPBU yang memberi jatah solar 20 liter saja untuk tiap bus. Bahkan, bus terpaksa tiap sebentar masuk SPBU. Antre sekian lama, cuma dapat 20 liter. 

Banyak sopir bus Sumbar-Jabodetabek lewat akun Youtube-nya sering membagikan video tentang kendaraan terjebak macet panjang di ruas Jambi-Sumatera Selatan karena jalan rusak. Bukan itu saja, ketika ada kendaraan yang rusak di jalan, maka kemacetan makin parah. Kendaraan mengalami kerusakan karena dipicu oleh jalan yang rusak berat. Banyak lubang kalau melewati jalur Tempino.

Pemudik bisa menempuh jalur lintas tengah. Jalan memang relatif bagus, namun ketersediaan solar tetap jadi masalah. "Inilah yang harus diatasi pemerintah. Jangan sampai pemudik mengadapi kendala di jalan. Pemerintah harus siapkan solar ini," kata Dasril, sopir truk Padang-Jakarta.

Tugas pemerintah itu, memperbaiki jalan rusak jelang mulai arus mudik serta menjamin ketersediaan solar. Kalau tidak diatasi, kasihan pemudik. Habis waktu di jalan dan pemudik tak jadi menikmati perjalanan. (*)




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama