Pemkab Lingga Peduli Pendidikan dan Kesehatan Warga, Ada Asrama Hingga Rumah Singgah

 Asrama Lingga Kota Tanjung Pinang yang dapat dimanfaatkan mahasiswa



LINGGA-Pemerintah Kabupaten Lingga memiliki kepedulian tinggi terhadap pembangunan pendidikan dan kesehatan. Fasilitas untuk itu dibangun di kabupaten, maupun di luar kabupaten. Tujuannya, supaya masyarakat terbantu. Pemkab telah membangun asrama dan rumah singgah.


Bagi warga yang akan melanjutkan pendidikan maupun berobat ke luar Kabupaten Lingga. Ada fasilitas yang bisa ditempati. Pembangunan fasilitas di luar kabupaten itu guna menjawab keluhan masyarakat selama ini yang terkendala akomodasi ketika berada di luar daerah. Pelan tapi pasti, persoalan itu dituntaskan di era kepemimpinan Nizar-Neko.


Di bawah kepemimpinan Nizar-Neko, warga Lingga yang sedang berada di luar Daerah tak luput dari perhatian. Pemerintah Kabupaten Lingga gencar membangun fasilitas pendukung kebutuhan masyarakat, baik di sektor pendidikan maupun kesehatan.

Di sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten Lingga membuat inovasi dengan membiayai para pelajar maupun mahasiswa yang berprestasi melalui program-program beasiswa. Tidak hanya itu, program pembangunan rumah tinggal atau asrama mahasiswa Lingga juga telah direalisasikan dengan maksud membantu para pelajar Lingga untuk menimba ilmu di luar daerah.


Rumah Singgah Kota Batam


Seperti asrama mahasiswa Lingga  yang rampung dibangun pada  2021 di Kota Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau. Asrama itu dibangun di Kelurahan Air Raja, RT 3/RW 8, Kecamatan Tanjungpinang Timur. Asrama yang mulai dibangun pada 29 Juni 2020 itu diketahui menelan anggaran sekitar Rp1,3 miliar.

Bupati Lingga, Muhammad Nizar mengatakan, pembangunan asrama tersebut sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah kabupaten untuk para mahasiswa yang sedang menimba ilmu di Tanjung Pinang.

“Saya mengharapkan kepada para mahasiswa agar bersama-sama menjaga asrama tersebut agar dapat digunakan secara berkesinambungan, karena bangunan ini telah kita bangun dengan susah payah sehingga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan para mahasiswa,” papar Nizar.

Nizar mengimbau kepada para mahasiswa agar meningkatkan kualitas belajar demi mengangkat prestasi belajar, karena seyogyanya mahasiswa adalah generasi penerus yang akan menjadi tampuk pemimpin Lingga di masa depan.

“Saya berharap agar para mahasiswa terus meningkatkan kualitas belajar demi mengejar prestasi yang terbaik. Karena kalianlah yang akan menentukan nasib daerah ini di kemudian hari", harapnya.

Pembangunan di bidang kesehatan juga tak luput dari perhatian Pemkab lingga juga telah membangun fasilitas rumah singgah. Banyak warga Lingga yang melakukan pengobatan di luar daerah seperti kota Batam dan Tanjung Pinang.

Di Batam sendiri, melalui Dinas Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemerintah Kabupaten Lingga menyiapkan rumah singgah bagi keluarga pasien yang dirujuk ke Batam. Sebelumnya, pemerintah kabupaten juga menyiapkan rumah singgah di Kota Tanjungpinang. Pembangunan itu dilakukan sebagai wujud pelayanan kesehatan bagi warga Lingga yang kurang mampu.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga, Recky Sarman Timur, mengatakan pengadaan rumah singgah di Kota Batam ini menjawab persoalan pelayanan kesehatan di Kabupaten Lingga, yang selama ini tidak hanya di rujuk ke ibukota Provinsi Kepri, Kota Tanjungpinang, namun banyak juga yang dirujuk ke Kota Batam.

“Kota Batam merupakan kota terbesar di Kepri dengan jumlah rumah sakit yang cukup banyak dan didukung dengan fasilitas kesehatan yang mumpuni, sehingga banyak juga warga kita yang tidak dapat ditangani di rumah sakit provinsi sehingga harus dirujuk ke sana,” ujarnya.

Dengan diadakannya rumah singgah di Batam, diharapkan dapat memberikan peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Lingga yang kurang mampu. Selama ini menurutnya rumah singgah hanya terletak di Ibukota Provinsi Kepulauan Riau, yaitu di Kota Tanjungpinang, sementara untuk menuju ke Kota Batam membutuhkan penyeberangan laut dan waktu lebih kurang satu jam.

“Ini sebagai wujud visi misi Bupati dan Wakil Bupati Lingga untuk memaksimalkan pelyanan kesehatan bagi masyarakat, sehingga dapat mengirit biaya jika berobat ke Batam,” ujarnya.

Adapun rumah singgah Kabupaten Lingga di Batam terletak di Pusat Kota Batam, Perumahan Central Raya Batu Aji, Kelurahan Bukit Tempayan, Kecamatan Batu Aji, Batam, Kepulauan Riau, rumah rujukan pasien di Kota Batam ini hanya berjarak kurang lebih 150 meter dari RSUD Embung Fatimah.

Sekretaris Daerah Lingga, Samsudi mengatakan, ini merupakan langkah pemerintah daerah atas keprhatian kepada masyarakat, artinya pemerintah tidak ingin duduk pakum terdiam, sektor pendidikan maupun kesehatan sekarang telah menjadi prioritas.

“Mudah-mudahan dengan disediakannya rumah singgah di batam, bila ada warga pasien Lingga dirujuk, warga yang menunggu di sana bisa terbantu,” ungkap Sekda.

Menyikapi hal itu, seakan-akan mimpi pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Lingga dan Wakil Bupati Lingga seakan hampir tercapai, pasalnya Nizar berharap ke depan, sektor kesehatan di Kabupaten Lingga dapat tumbuh lebih baik dalam memberikan pelayanan yang meliputi fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan.

Bupati Lingga M.Nizar pernah mengatakan, pemerintah daerah telah mempersiapkan peningkatan fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal untuk masyarakat.

Dengan dibangunnya ataupun disediakannya fasilitas asrama maupun rumah singgah untuk keperluan masyarakat  di bidang pendidikan dan lesehatan yang menjadi sektor paling diprioritaskan Pemerintah Kabupaten Lingga di luar daerah saat ini. (Advertorial)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama