Soal Sapi Pejabat Sergai: Tanpa Paksaan, Bukan Pula Cari Untung


Kadis Kominfo, Akmal


SERDANG BEDAGAI-Program daging lembu subsidi yang digagas Bupati Sergai Darma Wijaya dan Wakil Bupati Adlin Umar Yusir Tambunan merupakan dorongan kepada para pejabat di lingkungan pemkab untuk memiliki jiwa entrepreneurship dan saat yang sama ikut pula membantu meringankan beban masyarakat jelang Idulfitri tahun ini.


Hal itu dikatakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sergai, Akmal, Selasa (26/4/2022).  “Program daging lembu subsidi merupakan inovasi yang harusnya patut diapresiasi. Sebagai pimpinan, Pak Bupati dan Pak Wabup berinisiatif mendorong para pejabat eselon dua, camat dan kabag untuk berbisnis dan menumbuhkan semangat berwirausaha. Bukan itu saja, lewat program ini juga tersisip misi mulia untuk meringankan beban masyarakat kita yang belakangan harus menghadapi kenaikan harga di beberapa komoditas tertentu, salah satunya daging sapi,” tutur Akmal. 

Ia mengklaim tidak ada paksaan sama sekali dalam proses berjalannya program ini. Akmal merunut, program ini mulai berjalan dengan ketentuan tiap pejabat eselon dua, camat dan kabag membeli ternak sapi anakan. Kemudian para pejabat tersebut diberi tanggung jawab untuk merawat ternak-ternak tersebut hingga cukup umur untuk kemudian dipotong menjelang Idul Fitri.

Program ini juga, sebut Akmal, berbarengan dengan implementasi inovasi penggemukan sapi yang baru saja diuji coba. Ia menjelaskan, sapi yang diinvestasikan para pejabat di pemkab dibiakkan dengan metode penggemukan yang pada prosesnya dapat meningkatkan berat sapi dengan signifikan. Hal ini, katanya, dibuktikan dengan bertambahanya berat tiap sapi yang per hari bisa mencapai satu kilogram.

Dalam rentang waktu lima bulan, mulai Desember tahun lalu sampai Mei 2022, tiap sapi yang dikembangbiakkan dengan inovasi metode tersebut mampu bertambah beratnya sampai 150 kilogram.

“Daging sapi yang dipotong kemudian dijual dengan harga miring. Misalnya kalau di pasar biasa harga daging sapi perkilonya mencapai Rp150 ribu, bahkan ada yang Rp170 ribu atau lebih. Nah, lewat program ini kemudian diberikan subsidi sehingga harganya bisa ditekan jadi Rp120 ribu saja per kilonya. Tentu ini akan meningkatkan akses masyarakat kita untuk bisa mengkonsumsi daging sapi saat Ramadan dan Idul Fitri,” terangnya.

Akmal kemudian menyebut, uang hasil penjualan daging potong tersebut kemudian akan dikembalikan ke masing-masing pejabat yang berinvestasi.

“Tentu saja, program ini tidak berorientasi pada profit. Tujuannya bukan cari untung. Akan tetapi yang paling utama adalah membantu masyarakat. Yang tak kalah penting, lewat program ini juga para pejabat di Pemkab Sergai bisa belajar bagaimana menjadi seorang wirausaha. Bukankah ASN juga didorong untuk memiliki jiwa entrepreneurship?” katanya. 

Dijelaskan Kadis Kominfo, dengan adanya program ini pun akan turut berdampak pada pengendalian harga bahan pangan terutama daging sapi di pasaran.  “Sudah menjadi tantangan tiap tahun di kala hari besar agama, terutama Idul Fitri, harga bahan pokok akan cenderung naik. Lewat program subsidi daging sapi ini, kecenderungan tersebut bisa diminimalisir. Ini akan menjadi salah satu upaya pemkab untuk mengendalikan inflasi di Sergai,” katanya.

Akmal menyimpulkan, sama sekali tidak ada pihak yang dirugikan dengan berjalannya program ini."Ini sifatnya investasi, bisnis dan upaya menciptakan ketahanan pangan. Bahkan masyarakat akan sangat terbantu dengan adanya pemberian subsidi pada daging sapi menjelang Idul Fitri,” tandasnya.(affan) 




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama