Tak Ada Pilihan Lain, Digitalisasi Harus Ditingkatkan


 Pembukaan Gernas BBI Sumatera Barat di pelataran Jam Gadang, Bukittinggi, Selasa (12/4/2022) ditandai dengan pemukulan gandang tasa oleh Wapres Ma'ruf Amin, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Menparekraf Sandiaga Uno dan Gubernur Mahyeldi.



BUKITTINGGI-Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk mendorong daya saing produk dan pemasaran UMKM di Sumbar melalui peningkatan digitalisasi dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, sehingga menjadikan Sumbar berada di posisi 9 dari 34 provinsi se-Indonesia.


"Kita ingin bangkitkan gairah masyarakat dan bangga menggunakan produk lokal. Tidak ada pilihan lain, kita harus tingkatkan digitalisasi. Saya mengapresiasi komitmen Sumatera Barat sehingga bisa naik tiga peringkat dari sebelumnya. Semoga naik terus dan jadi bisa terdepan di Sumatera, termasuk pengembangan internet di pedesaan yang akan mendorong ekonomi di daerah," ungkap Wapres Ma'ruf saat membuka Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Sumatera Barat di pelataran Jam Gadang, Bukittinggi, Selasa (12/4/2022). 

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengapresiasi upaya pengembangan ekonomi syariah di Sumbar. Menurutnya, Sumbar sebagai daerah yang sangat religius dengan falsafah ABS-SBK harus menjadi yang terdepan dalam ekonomi syariah.

Wapres juga menghimbau para perantau dan pengusaha agar turut membantu mengembangkan sayap UMKM Sumbar.

Gubernur Mahyeldi menyampaikan terimakasih atas kehadiran sekaligus peresmian Gernas BBI oleh Wapres. Gubernur menyebut, upaya pemulihan sektor UMKM yang dihantam pandemi Covid-19 merupakan program unggulan Pemerintah Provinsi Sumbar. 

Beberapa misi yang ditetapkan pemprov, di antaranya mencetak 100 ribu entreprenenur, meningkatkan akses keuangan bagi UMKM, digitalisasi, dan membangun destinasi wisata, dan seni budaya bertaraf internasional.

"UMKM memang tulang punggung ekonomi Indonesia. Untuk melindungi UMKM, kita lakukan berbagai upaya dan menjadikan dalam RPJMD sebagai program unggulan. Upaya lain adalah melalui pengembangan ekonomi syariah. Alhamdulillah, Pak Wapres sudah mengingatkan kami dan kami mohon doa agar ikhtiar kami bersama, konversi bank syariah bisa kita laksanakan," ungkap Mahyeldi.

"Ekonomi syariah menjadi penting dalam pengembangan ekonomi di Sumbar. Pak Wapres, Insya Allah kami di Sumbar akan berusaha maksimal sebagai pendorong, menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah di dunia," tambah gubernur.

Dengan mengambil tema maju berkah basamo UMKM Sumbar, pembukaan gerakan nasional ini diharapkan mampu membangkitkan gairah masyarakat pada produk lokal dan kebanggaan menggunakannya.

Peresmian ditandai dengan pemukulan gandang tasa secara bersama-sama oleh Wapres, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Menparekraf Sandiaga Uno dan Gubernur Mahyeldi.

Wimboh Santoso menyebut peresmian Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Sumbar akan mendorong UMKM mampu bersaing bahkan hingga mancanegara.

"OJK sebagai campaign manager mendorong asa ini dengan beberapa program unggulan, di antaranya akselerasi digital UMKM dan program kampus UMKM. Kegiatan serupa juga akan digelar pada Mei mendatang di  Payakumbuh dan dilanjutkan di Padang, pada Juni," terang Wimboh. (rls)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama