Viral di Gunungsitoli, Diduga Oknum Keroyok Pedagang, Netizen: Tak Manusiawi


Tangkapan layar video yang sedang viral


GUNUNGSITOLI-Sebuah video viral di Gunungsitoli. Video beredar dari grup-grup WhatsApp maupun media sosial, seperti facebook. Video itu berupa tindak kekerasan yang dilakukan oleh beberapa orang yang menggunakan seragam mirip Satpol PP. Belum terkonformasi siapa pelaku dalam tindak kekerasan itu.


Kejadian itu disebut-sebut ada di Pasar Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli. Dalam video yang beredar, korban tindak kekerasan merupakan seorang pedagang. Menurut informasi yang beredar, peristiwa itu terjadi di Jalan Sudirman, Pasar Beringin, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Jumat (22/04/2022) sekitar pukul 17.00.

Rupanya, kejadian itu sudah dilaporkan ke Polres Nias. Pihak Polres Nias melalui Humas, Aiptu Yadsen Hulu menyebutkan, korban telah membuat laporan di SPKT Polres Nias.

"Laporan kita terima pada Jumat, 22 April 2022 sekitar pukul 20.35  di SPKT Polres Nias dan Sat Reskrim sedang melakukan penyelidikan atas laporan tersebut," katanya.

Video itu hingga Sabtu (23/4/2022) masih jadi bahan pembicaraan masyarakat di Gunungsitoli. Dalam video yang beredar itu, sejumlah oknum yang menggunakan seragam mirip Satpol PP melakukan pengeroyokan kepada pedagang. Korban bahkan terjatuh di tanah. Disebut-sebut korban mengalami beberapa luka di kepala, muka, leher, tangan dan bagian tubuh lainnya.

Warganet riuh menanggapi video yang viral itu.  "Mereka ini sudah sering viral baru beberapa tahun yang lalu terulang lagi aparat yang bar-bar apakah pemerintah setempat diam2 aja kalo begini malu loh. sebaiknya perbaiki mental dlu dan sikap kaya aparat begini? Dan klo bisa aparat yg begini tidak pantas mereka dipelihara dinegeri ini mereka ini pantas jadi preman bukan pengayom masyarakat," ungkap netizen bernama @Darmawatty Gulo.

Natizen lainya bernama @Harazacky Siwanihalo Dachi mendorong korban untuk segera berobat dan dilaporkan kepada pihak berwajib.

"Sebaiknya, korban atas kekerasan yg terjadi segera berobat ke Rumah Sakit, selanjutnya melapor ke Mapolres Nias utk diproses secara hukum," tulis seorang netizen. 

"Selain proses hukum, kepala OPD/SKPD bahkan kepala daerah melakukan pemeriksaan internal dan evaluasi terhadap anggota Satpol PP guna perbaikan yg lebih baik, terutama evaluasi pengembangan SDM bagi anggota Satpol PP utk menghadirkan satpol PP yg Progresif dan Pendekatan Humanis dlm menjalankan tugas," tulis netizen. (YAMONI)




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama