Kapolres Deiyai dan Kapolsek Tigi Kota Bertemu Tokoh Masyarakat, Ini yang Dibahas

Pertemuan di ruangan kapolsek


DEIYAI-Kapolres Deiyai, AKBP Herzoni Saragih didampingi Kapolsek Tigi Kota, Iptu S.P. Sahetapy, Selasa (17/5/2022) di ruang kerja kapolsek bertemu dengan Kepala Suku Besar dan Ketua LMA Deiyai, Frans Mote  bahas sejumlah hal.


Hal yang dibahas antara lain, rencana penutupan tempat hiburan kafe dan karaoke di Waghete. Kapolres menyebutkan, sebuah tindakan hukum harus berdasarkan pada aturan yang berlaku.

"Belum ada surat resmi atau peraturan daerah dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Deiyai tentang persoalan itu," katanya.

Kapolres meminta Satpol PP, serta Kepala Distrik Tigi untuk bisa mengambil peran dalam pelaksanaan penertiban karaoke dan kafe.  "Kami sebagai aparat keamanan selalu melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah, kepala suku dan tokoh-tokoh adat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Deiyai," katanya.

Kapolsek mengatakan, jajarannya menerima informasi tentang rencana aksi penutupan tempat karaoke atau kafe. "Yang perlu saya sampaikan, kalau bisa dibicarakan lagi aksi tersebut karena dalam tindakan masyarakat atau kelompok akan menimbulkan pro dan kontra," katanya.

Frans Note menyatakan tidak sepakat dengan penutupan tempat karaoke dan kafe karena akan berdampak kepada perekonomian dan pembangunan di Waghete. Pembangunan akan berjalan lambat karena pendapatan daerah tak ada. (farid)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama