Perantau Simawang Mubes: Bahas Pasar, Jalan, Tapal Batas Hingga Pesantren Unggul

 Bupati Tanah Datar hadiri Mubes perantau Nagari Simawang. (prokopim)


BATUSANGKAR-Bupati Tanah Datar Eka Putra, Kamis (5/5/2022) membuka Musyawarah Besar (Mubes) X perantau se-Indonesia Nagari Simawang, Kecamatan Rambatan di SDN 02 Balai Gadang. 


Mubes itu dihadiri anggota DPRD Tanah Datar, Asisten Pemerintahan dan Kesra Elizar, Camat Rambatan beserta Forkopimca, Ketua DPP Simawang Saiyo, Prof. Nurhayati Hakim, Ketua DPC Simawang Saiyo se Indonesia, Wali Nagari Simawang beserta ketua KAN, BPRN dan tokoh masyarakat. 

Bupati Eka menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi yang tinggi atas terlaksananya mubes ini. Karena melalui mubes ini selain akan dilakukan pemilihan pengurus yang baru untuk empat tahun ke depan, sekaligus juga akan merancang program kerja pembangunan nagari berdasarkan potensi dan permasalahan yang ada. 

"Kami berharap, hasil mubes dan program kerja pembangunan nagari dan permasalahan yang dibahas nanti dapat disampaikan kepada pemerintah daerah, sehingga nanti bisa disinkronkan dengan perencanaan pembangunan daerah," kata bupati yang dikutip dari Prokopim Setda Tanah Datar. 

Dikatakan Eka Putra,  pemerintah daerah mengapresiasi terhadap kontribusi dan dukungan percepatan pembangunan, baik secara langsung, sehingga perantau bisa dikatakan sebagai salah satu pilar pembangunan di Tanah Datar. 

"Sumbangsih perantau baik pemikiran, perhatian, saran dan bantuan materi sangatlah berarti bagi masyarakat Tanah Datar, tidak sedikit masjid, mushalla, bantuan pembangunan sekolah, pemberian bea siswa, aksi sosial yang dilakukan oleh perantau baik secara perorangan maupun kelompok," kata bupati. 

Eka Putra juga menginginkan antara perantau dan masyarakat nagari semakin kompak, solid dan saling bahu membahu dalam membangun nagari dan Tanah Datar secara menyeluruh. 

Ketua DPP Simawang Saiyo Prof. Nurhayati Hakim mengatakan, perantau Simawang Saiyo pertama kali melaksanakan mubes pada 1982 dan selanjutnya selalu konsisten setiap empat tahun sekali dan sekarang adalah Mubes yang X. 

Menurutnya, mubes perantau Simawang Saiyo ini bertujuan meningkatkan silaturahmi dan juga untuk membantu pemerintahan nagari didalam melakukan pembangunan. Selain itu, juga untuk membahas berbagai permasalahan di nagari. 

"Hasil nyata dari mubes Simawang Saiyo adalah hadirnya lembaga pendidikan mulai dari tingkat SMP sampai SMA baik negeri dan swasta, serta pesantren yang ada saat ini," ujar Nurhayati Hakim. 

Dikatakan Nurhayati Hakim, pada mubes kali ini ada beberapa permasalahan yang akan dibahas, di antaranya ada rencana membangun pesantren yang lebih megah dan unggul. Selain itu juga ada permasalahan tapal batas dengan kabupaten Solok, pasar Ombilin yang saat ini selalu menyumbangkan kemacetan, serta ruas jalan menuju jorong Badui. 

"Kami berharap semua program yang sudah kami konsep dapat diselesaikan pada mubes kali ini, dan hasilnya segera akan kami laporkan kepada bapak Bupati," terangnya. 

Hal senada juga disampaikan oleh Wali Nagari Simawang Firman Malin Panduko, dia berharap semua permasalahan yang ada di nagari Simawang dapat diselesaikan dengan cepat, termasuk masalah jalan dan juga tapal batas. 

Selain itu, Firman juga mengharapkan beberapa ruas jalan yang ada di nagari Simawang diturunkan statusnya menjadi jalan nagari. Hal ini dimaksudkan agar dibangun dengan menggunakan dana nagari, karena selama ini statusnya merupakan jalan kabupaten. (prokopim)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama