Rozama Halawa Diberhentikan dari Perangkat Desa, SK Kades Dianggap Cacat Hukum


Rozama perlihatkan SK pemberhentiannya



NIAS BARAT-Rozama Halawa diberhentikan sebagai perangkat Desa Lolofitu Kecamatan Lolofitu Moi, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara. Dia dicopot dari jabatan Kaur Pembangunan. Rozaman menganggap SK pemberhentian itu tidak prosedural atau cacat hukum.


Pemberhentian tersebut tertera dalam Surat Keputusan Kepala Desa Lolofitu tertanggal 11 Maret 2022  dengan Nomor : 141/05/LLFT/2022. Camat Lolofitu Moi dan Kepala Desa Lolofitu yang dikonfirmasi, Selasa (10/5/2022), soal anggapan SK cacat hukum tersebut, yang bersangkutan belum merespon. 

Rozama Halawa keberatan terhadap keputusan kepala desan yang memberhentikannya dengan sepihak dan tidak sesuai mekanisme dan tanpa memberikan alasan mendasar. 

"Saya belum mengetahui alasan paling mendasar kenapa saya diberhentikan oleh kepala desa. Dalam surat keputusan kepala desa tersebut tidak menjelaskan yang menjadi alasan saya diberhentikan," katanya.

Rozama Halawa tak tinggal diam dengan pemberhentiannya. Pada 12 Maret 2022, dia menyampaikan laporan dan keberatan kepada Bupati Nias Barat dan Ketua DPRD Kabupaten Nias Barat terkait SK kepala desa tersebut.

"Saya menilai keputusan kepala desa Lolofitu terindikasi perbuatan penyalahgunaan wewenang dan melawan hukum. Saya berharap kepada bupati dan DPRD untuk menyikapi secara arif dan bijaksana tindakan Kepala Desa Lolofitu," terangnya.

Diterangkan Rozama, suratnya hanya ditanggapi DPRD dengan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) pada 4 April 2022 dengan memberikan rekomendasi kepada Camat Lolofitu Moi untuk memediasi persoalan tersebut. Sementara Bupati Nias Barat belum memberi tanggapan atas keberatan yang diajukan Rozaman.

Dikatakan Rozama, warga Desa Lolofitu beserta tokoh menyurati Camat Lolofitu Moi dengan meminta agar camat menyampaikan kepada kepala desa untuk mencabut kembali surat keputusan pemberhentikan Kaur Pembangunan itu. 

Rozama menjelaskan kepada wartawan, setelah Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Lolofitu menerima surat pemberhentian terhadapnya dari kepala desa dan surat keberatannya, pihak BPD kemudian menyurati kepala desa dengan perihal Permohonan Penundaan Pansel di Desa Lolofitu. Hal itu pun didukung Camat Lolofitu Moi dengan menyurati kepala desa Lolofitu agar menunda proses perekrutan perangkat desa. 

"Tapi aneh, tidak dihiraukan kepala desa dan beberapa hari lalu, kepala desa telah mengangkat dan mengaktifkan Kaur Pembangunan Desa Lolofitu yang baru," katanya. 

Bagaimana ini Pak Kades? (YAMONI)




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama