Bupati Kaimana Usulkan Pemekaran, Ini Alasannya


Kepala daerah yang ikut rakor foto bersama dengan Penjabat Gubernur Papua Barat


MANOKWARI-Bupati Kaimana, Freddy Thie ikuti rakor dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat. Rakor itu juga diikuti bupati dan walikota. Rakor dipimpin Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw. Rakor berlangsung di Manokwari, Kamis (16//2022).


Selain pejabat pemerintahan, rakor diikuti  ditandai dengan deklarasi dukungan seluruh kepala daerah di Papua Barat, forkopimda, tokoh agama dan tokoh lainnya serta perwakilan lapisan masyarakat atas kebijakan otonomi khusus jilid dua dan daerah otonom baru.

Bupati Kaimana, Bupati Wondama dan Bupati Fakfak sepakat menjadi provinsi tersendiri yang diusulkan bernama Provinsi Bomberay. Bupati Kaimana juga mengusulkan pemekeran kabupaten yang ia pimpin dengan empat kabupaten lagi. Nama kabupaten yang diusulkan, masing-masing Teluk Arguni, Teluk Etna, Yamor dan Kabupaten Kaimana sebagai kabupaten induk. 

Menurut Freddy Thie, pemekaran ini akan menjadi langkah yang sangat tepat guna percepatan pembangunan dan kesejahteraan di Papua. "Dengan demikian, ruang lingkup pembangunan pada setiap daerah akan lebih kecil dan terfokus. Tidak seperti saat ini, satu daerah diberikan kewenangan untuk mengelola wilayah yang begitu luas serta akses dari kampung satu ke kampung lain yang masih minim," ujar bupati.

Freddy Thie membayangkan, apabila rencana pemekaran ini terealisasi, maka Arguni, Etna dan Yamor akan kelola dengan APBD sendiri. 

"Pembangunan di daerah tersebut akan masif karena akan bermunculan kota-kota baru. Ini juga pasti akan memacu perekonomian di daerah-daerah tersebut. Ini keyakinan saya," kata Freddy Thie. (farid)



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama